Traveling ala Backpacker: Sebuah Pilihan


Kita dilahirkan ke dunia ini dengan berbagai sifat dan karakter. Dari adanya perbedaan itu, terbentuklah beragam hobi pada setiap manusia. Hobi dari tiap manusia itupun beraneka ragam, dari mulai membaca (kalau dulu saat masih SD, setiap kita menulis di diary teman kita, pasti deh selalu kita tulis, hobi: membaca, hehehe), nonton film, berenang, shopping, jalan-jalan, naik gunung, dan lain-lain. Nah, dari bermacam-macam hobi itu, apa sih hobi kalian? Jangan salah, banyak lho orang-orang yang bingung ketika ditanya: hobi kamu apa? Begitu juga dengan saya (ketika itu). Tapi saat ini, alhamdulillah sudah tidak bingung lagi ketika mendapat pertanyaan itu. Saya sedang menikmati menjadi seorang traveler ala backpacker. Traveling ala backpacker saat ini sepertinya sudah menjadi sebuah gaya hidup para pelancong, pecinta jalan-jalan, pecinta alam, dan sebagainya. Selain bisa berhemat, tentunya selalu ada kisah tersendiri dibalik perjalanan yang sudah kita lakukan. Dari mulai kesasar, salah naik bus, dibohongin orang, kehujanan, keberatan backpack, dan masih banyak cerita lainnya. It will be so amazing to retell, won’t it?

Rasanya kesasar itu ya seperti ini. Hihihi.
Rasanya kesasar itu ya seperti ini. Ahahaha…

Lalu, kenapa sih harus ala backpacker? Bukannya capek ya? Kalau ada pesawat, kenapa harus naik kereta ekonomi? Kalau bisa pake travel agent, kenapa harus merancang sendiri perjalanan kita? Sekali lagi, semua itu adalah pilihan. Mungkin bagi sebagian orang, luxury travel atau jalan-jalan ala koper itu akan lebih berkesan. Terutama bagi kalangan orang berduit, hehehe. Tapi, jangan salah. Penumpang kereta ekonomi itu kok bawaannya ipad ya? Tapi dia bawa carrier yang segede gambreng. Jadi, terkadang mereka yang sebenernya punya “kelebihan dana” lebih memilih untuk jalan-jalan hemat alias backpacking.

Suka Duka to be a Backpacker

Kalau ditanya capek dan jawabnya “tidak” itu artinya dia bohong banget. Jawablah apa adanya, kalo backpacking itu memang sedikit lebih capek. Tapi kesenangan, keceriaan, kesan, dan kenangannya itu lebih dari apapun deh. Hihihi. Coba bayangkan jika kamu dari awal sudah mencari tahu sendiri dari mana kamu akan berangkat, naik apa, berapa harganya, nanti di sana bagaimana transportnya, makan per hari-nya berapa, lalu karena masih kurang informasi akhirnya kamu pun tanya sana-sini, browsing lagi, dan lagi. Fiuh. Lihat, kamu akan banyak mendapat ilmu dari situ. Yang jelas adalah kepuasan. Karena kamu sendiri-lah yang akan mengatur waktu dan uang kamu, bukan orang lain. Seru kan?

Tips Sebelum Memulai Backpacking

1. Preparation itu harus matang. Jangan asal packing! Jika kamu sedikit kesulitan untuk mendaftar barang apa saja yang harus dibawa, buatlah list sederhana tentang apa-apa yang perlu dibawa selama kamu backpacking. Map atau peta sangat penting, especially for you who going abroad.

2. Belilah tiket PP alias pulang pergi terlebih dahulu. Biasanya tiket akan semakin mahal dan bisa saja kehabisan ketika semakin mendekati hari H.

3. Buatlah daftar tempat-tempat yang ingin kamu kunjungi. Berapa hari disana, berapa lama, itu tergantung waktu dan budget yang kamu punya. Inget ya, just to make a simple itinerary. Jadi, pertimbangkan waktu! Jangan membuat terlalu banyak tujuan wisata dalam satu hari. Karena jika terlalu padat, bisa-bisa tidak semua tujuan wisata kamu bisa tercapai. Pilihlah secara bijak tempat wisata prioritas yang ingin kamu kunjungi, yang sekiranya “belum ke kota B kalo kamu belum dateng ke A”. Yeah! Dari situ terbentuklah itinerary kamu.

4. Rancanglah estimasi biaya untuk perjalanan kamu nanti. Dari mulai tiket PP, transport selama trip, makan, oleh-oleh jika berniat beli oleh-oleh, tiket masuk objek wisata, dan lain-lain serinci mungkin. Kemudian tambahkan 10% dari total biaya itu sebagai dana cadangan. Itulah dana aman minimal kamu selama trip nanti.

5. Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang trip yang akan kamu jalani itu. Bisa dari internet atau teman yang sudah pernah kesana. Itu akan banyak membantu kamu untuk mendatangi spot-spot mana aja yang best to visit. Nggak mau kan melewatkan foto-foto di tempat tujuan wisata kita nanti?

6. Pilih waktu yang cocok untuk perjalanan kamu. Sesuaikan dengan kemana kamu mau pergi. Misal, kamu mau ke Bromo. Cari informasi waktu terbaik untuk kesana. Tentunya nggak pas mujim hujan kan?

7. Tips terakhir yang mungkin bisa kalian semua coba adalah carilah teman backpacking baru. Yap, sekarang ini buanyak banget teman-teman yang hobi backpacking. Dan mereka seperti berlomba-lomba membuat jadwal open trip. Biasanya mereka publish jadwal open trip mereka lewat facebook, broadcast message, blog, forum backpacker, dan lain-lain. Dengan harga yang hemat dan bakalan ketemu teman-teman baru, trip sejenis ini bisa kalian coba. Kalian bisa jadi admin trip-nya atau jadi peserta trip-nya aja. Sekali lagi, it is your choice!

Sudah terbayang bagaimana seru dan asiknya traveling ala backpacker? Khusus untuk kawula muda, sepertinya trip sejenis ini cocok banget untuk dicoba. Tapi nggak menutup kemungkinan para kawula tua untuk mencoba juga ya, hehehe… Semoga akan semakin banyak para backpacker bermunculan di Indonesia. Why? Because it is so FUN. Tapi selalu ingat semboyan backpacker sejati yah.

TAKE NOTHING BUT PICTURES. LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINTS. KILL NOTHING BUT TIME.

Happy backpacking!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s