Cerita dari Candi Gedong Songo


Selama kuliah di Semarang, banyak destinasi wisata yang menarik perhatian aku untuk mengunjunginya. Kalau dulu tujuan utamanya sekedar pengen jalan-jalan aja, refreshing dari rutinitas kuliah. Dulu pikiranku untuk backpacking masih belum seterbuka sekarang, jadi daerah jelajah jalan-jalan aku cuma sekitar Jawa Tengah atau Yogyakarta aja, yang masih bisa ditempuh sepeda motor dan ga perlu pake nginep. Maklum, masih lugu dan kantong pas-pasan. Hasil part time job aku juga lebih banyak aku pake buat shopping kala itu.

Cukup kayanya intermezonya ya. Hehehe… Kali ini pengen sharing tentang perjalanan aku ke salah satu destinasi wisata di Ungaran. FYI Ungaran adalah ibukota Kabupaten Semarang, letaknya tepat di selatan Semarang. Ungaran punya sebuah gunung dengan nama yang sama, Gunung Ungaran. Tepat di lereng Gunung Ungaran ada sebuah objek wisata andalan Ungaran, yaitu Candi Gedong Songo. Namanya juga songo, yang artinya sembilan. Jadi tempat ini semacam komplek candi yang jumlahnya ada sembilan buah. Untuk mencapai lokasi dari Semarang cukup mudah. Karena dulu aku kesana naik motor, kita tinggal ngikutin jalan aja yang arah Yogya/Solo. Setelah sampai pom bensin besar di Ambarawa (pom bensin di kiri jalan kalo dari arah Semarang), kita tinggal belok ke kanan deh. Ikutin aja rambu yang ada di setiap tikungan dan kalian akan dengan mudah sampai di komplek Candi Gedong Songo. Namun, berhati-hatilah ketika mengendarai motor/mobil. Karena medannya cukup berkelak-kelok, naik turun, dan lumayan sempit.

Tiket masuk ke Gedong Songo kalau ga salah cuma Rp 5.000 saja. Begitu melewati pintu masuk, kita langsung disambut oleh Candi Gedong I.

Saya di Candi Gedong I
Saya di Candi Gedong I

Ada dua pilihan untuk dapat menyusuri jalan setapak di komplek ini agar kita bisa melihat ke sembilan candi yang ada disini. Pertama, kita bisa berjalan kaki, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sewa kuda. Kedua, dengan sewa kuda tadi, dengan tarif kisaran Rp 25.000 – Rp 70.000 tergantung pada paket berkuda yang kita sewa.

Udah sampe di Candi ke lima. Selanjutnya? Terserah anda.
Udah sampe di Candi ke lima. Selanjutnya? Terserah anda.

Kalau aku sih berkali-kali ke Gedong Songo ga pernah sewa kuda, semua on foot. Hehehe… Lebih sehat, ga pake bayar, dan leluasa buat foto-foto.

Ada kawah belerang kecil di salah satu titik komplek candi Gedong Songo ini. Nah, asap kawahnya bentuknya kaya gini. Hehehe...
Ada kawah belerang kecil di salah satu titik komplek candi Gedong Songo ini. Nah, asap kawahnya bentuknya kaya gini. Hehehe…

Di sepanjang jalan setapak yang mengelilingi komplek candi, banyak warung yang menjual makanan dan minuman. Kalau kalian kecapean, lapar atau haus, bisa berhenti sebentar di warung-warung yang tersedia. Ada mie rebus, pecel, gorengan, soto, bakso, mie ayam, teh, jeruk anget, atau kopi. Bisa milih. Kalau aku ga salah info, di Gedong Songo juga bisa buat nge-camp lho alias ndiriin tenda. Mungkin yang sekalian mau mendaki Gunung Ungaran bisa numpang nge-camp disini, tentunya dengan ijin petugas setempat ya.

Candi Gedong Songo cocok untuk solo travel, backpacking sama teman atau pasangan, atau wisata keluarga. Sekitar candi banyak tempat menginap kok, jadi ga perlu khawatir masalah penginapan. Tarifnya kebetulan aku kurang paham, tapi kalau untuk para backpackers pasti ada kok penginapan seharga < Rp 100.000 per kamar. So, kalo ke Semarang jangan lupa mampir ke Candi Gedong Songo ya. Have a nice vacation!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s