Si Cantik Kawah Putih, The Recommended Pre-Wedding Spot!


Ini adalah kunjungan pertamaku ke Jatinangor semenjak si bungsu Indah kuliah di Unpad tahun lalu. Sepulang kantor Jumat, 21 September 2013 malam, aku langsung bertolak ke Jatinangor naik bis abal-abal biar ga kemaleman sampai di sana. Karena bisnya ga jelas, alhasil bisnya mogok di tengah jalan tol. Capek deh. Niatnya mau cepet malah jadi ribet. Hahaha…

Niat awal ke Nangor adalah jenguk si bungsu, sekalian mau jalan-jalan (hukumnya wajib). Dan destinasi pertama yang melintas di pikiran aku adalah Kawah Putih. Penasarannya tuh pake banget, apalagi setelah tempat itu dijadikan setting film Heart. Adek setuju banget waktu aku ajakin ke sana. Tapi, karena kita semalam tidurnya telat, kita baru beranjak dari kos adek sekitar jam 11 siang! Itupun mampir beli sarapan dulu dan nyari helm karena ga dapet pinjeman helm, wkakakak!

Gerbang masuk menuju Kawah Putih
Gerbang masuk menuju Kawah Putih

Sabtu, 22 September 2012

Berpatokan pada Map-nya bl**kbe**y, kita susurin jalan penuh kemacetan menuju Ciwidey. Kita naik motor lho dari Nangor, dan sama sekali ga tau jalan. Nekat aja tuh dikit-dikit ngintip map dan sekali tanya orang di pinggir jalan. Eh ga taunya nyampe juga tuh di pintu masuk Kawah Putih. Alhamdulillah…

Dari tempat parkir, kita perlu menyewa shuttle terbuka untuk bisa sampai ke gerbang masuk Kawah Putih. Kalo mau ngebawa mobil pribadi sampai gerbang masuk juga bisa kok. Tapi lebih berhati-hati saja, karena jalurnya sempit dan berkelak-kelok.

Nuansa putih di cantik Kawah Putih
Nuansa putih di cantik Kawah Putih

Sekitar jam setengah tiga sore, kita sampai di tangga menuju spot utama objek wisata ini. Putih, cantik, syahdu, aduh gimana sih nggambarin eloknya tempat itu? Kalimat yang terbayang saat melihat si kawah dari tangga cuma satu, “aku pengen ih pre-wedding-nya disini”. Kalo aku tidak salah menganalisa, tanah di sekitar kawah itu tanah kapur, jadi warnanya ya putih-putih gimana gitu. Air danaunya berwarna putih kehijauan. Di bagian utaranya ada tebing yang ditumbuhi lumut dan jenis tanaman lainnya, menambah pesona si cantik kawah ini. Di sebelah selatan, ada hutan kecil yang ditumbuhi pohon cantigi, pohon berakar dan berbatang kuat, yang setahuku cuma ada di ketinggian di atas 2000 mdpl. See? What a recommended place for pre-wedding! Isn’t it?

*belomjagopakedslr*
*belomjagopakedslr*

Terlalu singkat pertemuanku dengan Kawah Putih (baca: bangunnya telat, berangkatnya kesiangan, pulangnya kesorean). Padahal mungkin bakal lebih banyak lagi foto yang bisa dihasilkan jika saja kita datengnya lebih awal. Hikss T_T

Enjoy the view!
Enjoy the view!

Baiklah, sekitar jam 4 sore kita beranjak pulang menuju Nangor. Ketika sampai di daerah Kopo, aroma Pizza Hut menggoda iman. Mampirlah kita kesana untuk kasih makan cacing di dalem perut. Hmmm yummy…

Alhamdulillah sekitar jam 7 malam kita sampai lagi di Nangor. Saatnya untuk tiduuuuurrrrrr (again). Thanks Kawah Putih. I’ll be there with my husband, next!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s