Kebaya dan Kartini di Puncak Gede, Awesome!


Awal kali aku melewati jalur pendakian Gede Pangrango adalah saat aku mengunjungi Curug Cibereum. Kala itu, sebelum beranjak kembali ke Jakarta, aku sempat berucap dalam hati, “Bye TNGGP. Someday I will back to camp! Insya Allah…”. Dan yap, kesempatan itu datang. Tak lain dan tak bukan, aku harus bertemu Ase Adventure lagi, hehe. Kebetulan open trip Ase kali ini akan diadakan bertepatan dengan Hari Kartini. Entah mengapa, rasanya sangat-sangat excited! Bagaimana tidak, sekali lagi impianku mengunjungi tempat impian akan segera kesampaian. Terlebih aku berencana memakai kebaya di puncak sana, untuk aku persembahkan pada Ibu Kartini.

Jumat malam, 19 April 2013

Meeting point kami kali ini di Terminal Kampung Rambutan. Total peserta pendakian terbilang cukup banyak, sekitar 68 orang, dan lebih dari setengahnya adalah perempuan. Benar-benar ingin sekaligus memperingati Hari Kartini di Puncak Gede sepertinya. Bersama beberapa teman sependakian Gunung Slamet, seperti Ika, Raymond, Denz, dan tentu saja Ase, aku siap memulai pendakian ini. Sekitar pukul 11 malam, truk tentara membawa kami ke basecamp Gunung Putri. Bismillah.

Sabtu dini hari, 20 April 2013

Setibanya di basecamp Gunung Putri, kami dibawa ke salah satu rumah penduduk untuk istirahat sejenak menunggu pagi hari. Ruang tamu yang terbilang luas menjadi terasa sempit karena harus diisi penuh oleh kami. Tidur ala kadarnya pun menjadi satu-satunya pilihan kami menunggu pagi, hingga akhirnya matahari pun kembali bersinar menyambut kami.

Setelah selesai repacking dan sarapan, kami bersiap memulai perjalanan kami. Dimulai dari absen ulang oleh TS, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan di GPO (Gede Pangrango Operation). Ya, pendakian ini dimulai…..

Suasana pemeriksaan di GPO dan sedikit briefing dan Bang Denz
Suasana pemeriksaan di GPO dan sedikit briefing dan Bang Denz

Kali ini Ase memilih jalur pendakian Gunung Putri dan turun lewat Cibodas agar kami dapat mendirikan tenda di Surya Kencana. Ah, sering aku baca dan lihat foto alun-alun Surya Kencana milik orang lain yang telah lebih dulu mendaki ke Gede. Dan sebentar lagi, dalam hitungan beberapa jam ke depan, aku akan segera melihatnya sendiri. Tidak sabar.

Menurutku, jalur Gunung Putri mirip-mirip dengan jalur pendakian ke Gunung Slamet via Bambangan. Trek-nya ga beda jauh, melelahkan. Kami beranjak dari GPO pukul setengah 8 pagi dan baru tiba di Surya Kencana sekitar pukul setengah 5 sore. It was a luck for us, soalnya cuaca sangatlah bersahabat hari itu. Cuma mendung dan kabut, tapi ga sampai hujan. Alhamdulillah. Dan bonus pertama, Surya Kencana, menyapa kami di sore hari setelah pendakian yang melelahkan. Senangnyaaaaaaa……

Surya Kencana barat, kami sudah tiba!
Surya Kencana barat, kami sudah tiba!

Malam di lembah Surya Kencana terasa begitu dingin. Langit cerah bertabur bintang menyinari kami malam itu. Benar-benar beruntung sekali kami, karena seharian telah diberikan cuaca yang sangat baik. Sayang, cuaca secerah itu ga dimanfaatkan Ase untuk bikin semacam malam keakraban atau membuat api unggun. Teman-teman juga sepertinya lebih memilih meringkuk di sleeping bag di dalam tenda. Mungkin mereka sudah terlalu keletihan dan kedinginan. Baiklah, good night all climbers. We’ll have a summit tomorrow morning!

Minggu, 21 April 2013

Saking dinginnya udara lembah di tempat setinggi ini, pagi ini aku bangun terlalu pagi. Ternyata di luar cuaca ga begitu cerah, tertutup mendung. Sunrise, lagi, di tempat yang baru. Meski mendung dan tak tampak si mentari, tapi hangatnya semburat cahaya di balik bukit memberi semangat pada kami untuk summit hari ini. Setelah sarapan, packing, dan tak lupa foto bersama, kami beranjak menuju puncak Gede tepat pukul 8 pagi. Tak tanggung-tanggung, aku summit berkostumkan kebaya merah hasil pinjaman teman kantor, Mba Eni. Entahlah, aku merasa bangga banget berpakaian seperti itu di hari kelahiran Ibu Kartini. Sebab sepertinya hanya aku dan Mba Ika aja yang masih mengenakan busana kebaya untuk sampai di puncak!

All the crews
All the crews

Puncak Gede 2958 mdpl, 21 April 2013

Dan disinilah aku bentangkan spanduk pesananku ke Raymond yang bertuliskan kalimat-kalimat hasil diskusiku dengan Mba Ika:

HAPPY KARTINI DAY

I’M A SUPER WOMAN STANDING HERE

MT. GEDE 2958 MDPL

Aku berdiri berbusana kebaya lengkap (tapi tetep pake sepatu gunung, hehehe) dan aku persembahkan bonus itu untuk Ibu Kartini dan seluruh perempuan Indonesia! Aku cuma ingin kasih semangat agar perempuan Indonesia bisa selalu berkarya, dan menjadi perempuan hebat bagi keluarga dan bangsa.

Dan bukan mau sombong, tapi likes untuk pencapaian itu di luar ekspetasi. I am very proud of it.

capture-20130427-214627

capture-20130427-215417Sudah tiga puncak!

Dan akan ada puncak ke empat, ke lima, ke enam, seterusnya.
Kaki ini ga pernah mau berhenti melangkah, menjejakkannya di setiap bonus pendakian!
Ya, aku mau terus ke atas sana!

***

Special thanks to Fandi Rosananda for the best concern in me. I am so sorry for climbed (again) without you . Next, I only wanna with you go up there! Love you so much!

Untuk teman-teman seperjalanan terbaikku: Ika Yudhawastuti, Adi Setiadi Ranreng, Denz Zanneti, dan Raymond Christopher Lantang.

Untuk page Indonesian Mountains dan Backpacker Indonesia, terima kasih sudah ikutan nge-share foto narsis aku.

Dan tentu saja untuk Ase Adventure. Terima kasih sudah ada untuk perjalanan ini.

Terima kasih Allah, sudah menghadirkan mereka semua untukku. I love You, with my deepest heart.

See my other page here…

Advertisements

14 thoughts on “Kebaya dan Kartini di Puncak Gede, Awesome!”

  1. hehe…

    tergelitik utk komen: knp harus kartini? bukankah bnyak tokoh2 wanita lain yg lbh dahsyat…

    hehe… btw, nice share 🙂

    wassalamu’alaikum wrwb…

    1. Kan momennya pas bang, 21 April. Siapa lagi tokoh yang bakal diingat kalo bukan Ibu kartini. Lagipula menurut pengetahuan yang saya punya tentang beliau, it was inspirational woman. Jadi ya saya sekedar memanfaatkan momen 21 April untuk ikut kasih semangat ke perempun2 Indonesia agar bisa terus berkarya, itu aja. So simple, buy it may be useful 😀

      1. masih bnyak tokoh lain yg lebih bagus…

        ada bnyak kritikan ttg kartini karena pada dasarnya tidak ada yg beliau lakukan untuk bangsa ini secara riil. beliau terkenal hanya gara2 surat2nya kepada sahabatnya yg orang belanda itu. lantas surat2 itu diterbitkan oleh belanda juga untuk diorbitkan ketokohannya. padahal bnyak orang2 yg lebih dahsyat. misal dewi sartika yg bnyak mendirikan sekolah keputrian untuk pendidikan wanita.

      2. Mungkin pengetahuan saya tentang Kartini atau tokoh perempuan Indonesia lainnya masih sangat minim. Jadi, terima kasih atas masukannya bang. Sekali lagi, saya hanya “ngepasin” momen 21 April saja, dimana itu adalah hari kelahiran Ibu Kartini untuk sekedar memberi semangat kepada teman2 khususnya perempuan Indonesia agar mau mencintai alam dan negerinya, dan bisa jadi perempuan yang hebat bagi keluarga dan bangsanya.

  2. o iya, btw emang di gede pangrango dilarang bikin api unggun. kalau ada yg bikin sbnarnya masuk kategori pelanggaran & mrusak lingkungan 🙂

    1. Yap, mungkin lebih tepatnya bikin acara malam keakraban aja sih, ga pake api unggun gapapa 😀
      Tapi kalo ga dalah liat, kmrn saya sempat melihat asap hasil api unggun dari salah satu rombongan pendaki… Entah itu siapa…

      1. Tenang, saya insya Allah mencintai alam dari dasar hati yang paling dalam. TIndakan merusak alam atau semacam vandalisme tidak akan mungkin saya lakukan. Hehehe 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s