It was a Day for Bogor


Begitu turun dari kereta, pemandangan inilah yang akan menyambut kita
Begitu turun dari kereta, pemandangan inilah yang akan menyambut kita

Kota Bogor, si kota hujan. Cukup mudah untuk mencapainya dari ibukota Jakarta. Bisa naik KRL ataupun dengan bis. Pagi itu, Minggu, 28 April 2013, kami bertiga (aku, Ika, dan Nanda) memilih untuk berangkat menggunakan kereta menuju Bogor karena hunting spot pertama kita adalah stasiun Bogor. Stasiun Bogor yang didirikan pada tahun 1881 ini terbilang cukup besar dan bersih. Stasiun yang terletak pada ketinggian +246 M ini memberangkatkan Kereta Rel Listrik (KRL) yang melayani kawasan Jabotabek, yakni menuju Stasiun Jakarta Kota dan Stasiun Jatinegara. Selain itu terdapat pula Kereta Rel Diesel (KRD) yang melayani rute Sukabumi-Bogor bernama Kereta api Bumi Geulis. Stasiun ini disibukkan oleh komuter (penglaju) dari Bogor menuju ke Jakarta.

Berjalanlah ke arah timur untuk mendapatkan spot seperti ini
Berjalanlah ke arah timur untuk mendapatkan spot seperti ini
Penampakan Stasiun Bogor dari depan
Penampakan Stasiun Bogor dari depan
IMG_1403 (1)
Jajan es krim durian dulu

Dari stasiun Bogor, kami beranjak menuju Taman Topi. Letaknya kurang lebih 200 meter dari stasiun Bogor. Kebetulan kami hanya singgah sebentar melepas lelah dan membeli segelas es krim durian. Jadi, kami tidak sempat berkeliling taman untuk foto-foto. Hehehe.. Namun, jika menilik mbah Google, Taman Topi merupakan salah satu objek tujuan wisata keluarga di Bogor untuk bersantai atau sekedar menikmati dan mencicipi makanan yang tersedia di kawasan tersebut. Dinamakan Taman Topi karena adanya 3 buah topi besar terbuat dari beton yang sangat mencolok. Di hari-hari biasa taman ini seringkali diramaikan pengunjung dari kalangan muda hanya untuk menikmati berbagai makanan sambil duduk bersantai ria.

Istana Bogor, salah satu bangunan bersejarah milik Indonesia
Istana Bogor, salah satu bangunan bersejarah milik Indonesia

Setelah menikmati kelezatan es krim durian, kami melanjutkan jalan kaki kami menyusuri Jalan Ir. Haji Juanda. Di jalan inilah berdiri megah bangunan bersejarah bernama Istana Bogor yang terkenal dengan rusa-rusa yang bebas berkeliaran di halaman istana. Setiap akhir pekan, seputaran Istana Bogor selalu ramai dikunjungi warga Bogor atau pendatang sekedar untuk memberi makan rusa-rusa penghuni istana. Wortel yang menjadi makanan si rusa dapat dengan mudah dibeli di pinggir jalan depan istana dan dapat langsung diberikan kepada rusa-rusa tersebut.

Salah satu rusa penghuni Istana Bogor
Salah satu rusa penghuni Istana Bogor

Nah, berhubung Ika itu alumni IPB, setelah dari Istana Bogor, spot selanjutnya adalah mengunjungi kampus IPB. Kami diajak menyusuri kampus MIPA. Sebelumnya kami mampir makan dan solat dulu. Lumayanlah, bisa nostalgia jadi anak kuliahan lagi. Hehehe…

Mahasiswa, alumni, atau dosen IPB, ada yang tahun ini di kampus IPB bagian mana?
Mahasiswa, alumni, atau dosen IPB, ada yang tahun ini di kampus IPB bagian mana?
Kisah kasih di Kebun Raya Bogor
Kisah kasih di Kebun Raya Bogor

Berhubung hari sudah beranjak sore, kami segera beranjak menuju Kebun Raya Bogor. Letaknya berhadapan dengan kampus IPB, tinggal nyebrang, dan sampe deh. Tiket masuk untuk wisatawan lokal adalah Rp 14.000 sedangkan wisatawan asing adalah Rp 25.000. Kebun raya ini memiliki luas 87 hektar dengan 15.000 koleksi pohon dan tumbuhan. Suasananya yang sejuk dengan pepohonan yang rindang cocok banget untuk rekreasi keluarga dan tentunya spot hunting bagi kami sore itu. Mungkin jika kami datang lebih pagi, kami dapat menyusuri keseluruhan sudut kebun ini. Namun, karena sudah sore dan kebun raya juga sudah mau ditutup, akhirnya kami pun beranjak keluar sebelum diusir oleh petugas.

Jembatan merah
Jembatan merah
Maaf bukan hoax, tapi kita ternyata ga sempat moto macaroni-nya, yang ada cuma foto otak-otak, hehehe...
Maaf bukan hoax, tapi kita ternyata ga sempat moto macaroni-nya, yang ada cuma foto otak-otak, hehehe…

Dan inilah dessert kita hari itu, Macaroni Panggang. Yummy! Macaroni Panggang menjadi salah satu tempat tongkrongan favorit di Bogor. Letaknya di daerah Taman Kencana, tepatnya di Jalan Salak No. 24. Menu yang disediakan beragam lho, ga cuma macaroni aja, tapi ada pula yang lain. Malam itu kami memesan macaroni panggang ukuran medium, lontong sayur, dan otak-otak. Kenyaaanngg!

Selamat malam dan sampai jumpa di dinner selanjutnya!
Selamat malam dan sampai jumpa di dinner selanjutnya!

Terima kasih kota Bogor untuk petualangan hebatnya. Tetaplah menjadi kota hujan yang asri dan bersahabat ya!

Advertisements

5 thoughts on “It was a Day for Bogor”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s