Pedas Asam Sambal Bebek Sinjay


Previous story is here…

Surabaya, 22 Desember 2012

Nah, jika sudah kesampaian menyeberang Jembatan Suramadu yang terpanjang di Indonesia itu, jangan lewatkan untuk mengajak kendaraan teman-teman berkeliling sebentar di pulau dengan empat kabupaten itu. Kali ini wisata kami tidak untuk mengunjungi obyek wisata di Madura, melainkan mencicipi kuliner khas pulau ini, Bebek Sinjay.

Hmmm… Jujur saja, ini pertama kalinya saya ke pulau Madura, pertama kalinya pula mendengar nama Bebek Sinjay. Dari bahasanya, saya mengira ini semacam bebek dari China, hehehe.. Kata orang-orang sih cita rasa Bebek Sinjay ini sudah melanglang ke luar daerah. Semakin membuat penasaran lidah saja.

Perjalanan dari pintu keluar tol Jembatan Suramadu menuju lokasi si Bebek cukup dekat, hanya sekitar 20-30 menit menggunakan mobil/bus. Apalagi jalanan relatif sepi walaupun ruas jalan tergolong sempit. Di sepanjang kanan kiri jalan berdiri banyak toko penjual batik khas Madura yang terkenal dengan motifnya yang ramai, warnanya yang cerah dan harganya yang terjangkau. Wah, bakal shopping juga nih kayanya 😀

Setibanya di warung beratap asbes, kami sedikit kesulitan mencari tempat duduk, karena begitu ramainya warung dengan pengunjung yang lain. Padahal waktu sudah melewati jam makan siang normal atau sekitar pukul 14.30 siang. Beruntung kami masih mendapatkan tempat duduk yang pas sejumlah rombongan. Tak menunggu lama, kami pun langsung memesan menu utama warung ini, bebek kremes goreng dan es kelapa muda.

Suasana warung bebek yang sangat ramai
Suasana warung bebek yang sangat ramai

Cukup lama juga pesanan kami datang. Mungkin karena saking ramainya pembeli yang datang. Rasa haus dan lapar pun terobati dengan datangnya pesanan es kelapa muda kami, disusul dengan pesanan bebek kremes goreng kami. Yuumm, sepiring nasi putih berkolaborasi dengan kemangi, mentimun dan tentu saja si Bebek Sinjay yang sudah digoreng hangat dengan kremesnya yang kriuk-kriuk. Ada yang khas dari sajian bebek goreng ini. Meskipun hanya dihidangkan sederhana dengan nasi putih, namun pasangan si Bebek tidak boleh ketinggalan untuk disantap, namanya sambal pencit. Ini adalah sambal yang terbuat dari cabai rawit pedas, bawang merah, ditambah irisan mangga muda. Ssmmm, pedas dan asam pun beradu di lidah kami. Apalagi dengan empuknya daging bebek goreng plus nasi putih pulen yang hangat. Uwoo.. Maknyusss kalau kata Pak Bondan.

Kolaborasi apik antara nasi putih pulen, bebek goreng kremes, kemangi, mentimun, dan sambal pencit
Kolaborasi apik antara nasi putih pulen, bebek goreng kremes, kemangi, mentimun, dan sambal pencit

Rasa lapar berubah sudah menjadi kenyang. Tidak rugi lah bagi teman-teman yang jauh-jauh menyeberangi jembatan Suramadu jika sekedar ingin mencicipi pedas asamnya sambal Bebek Sinjay. Jika ingin makan malam dengan menu ini lagi, teman-teman bisa kok minta bungkus bapak penjualnya, hehehe.. Selamat mencoba yak!

Nasi Bebek Sinjay
Jl. Raya Ketengan No: 45 Bangkalan, Madura
Telepon: 031 – 726 95949

Advertisements

2 thoughts on “Pedas Asam Sambal Bebek Sinjay”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s