Menikmati Gemericik Air Curug Cilember


Libur pergantian tahun baru Islam yang jatuh di hari Selasa, 5 November 2013 dan tidak mengakibatkan libur di hari Senin-nya adalah sesuatu yang cukup menyedihkan. Pasalnya semua pegawai kantoran harus tetap masuk kerja. Alhasil, yang seharusnya bisa menikmati long weekend harus terputus karena tetap harus absen di kantor (tidak berlaku bagi yang sengaja ngabur atau ambil cuti).

Sejak dari jauh-jauh hari, saya pun tidak merencanakan liburan kemana-mana. Selain memang sedang off ga nge-trip ataupun naik gunung dalam rangka menyambut hari H (cieee), saya sudah pekewuh untuk ngabur lagi di hari kejepit hahaha…

Tapi beberapa hari sebelum weekend itu tiba, salah satu kawan naik gunung saya, Nur, mendadak ngajak jalan di hari Selasa (berawal dari ngliat dp BBM saya yang lagi ditidurin macan putih-nya Taman Safari). Dan tanpa pikir panjang, saya pun langsung mengiyakan ajakannya sembari mengusulkan untuk melipir ke Curug Cilember saja, salah satu destinasi di Bogor yang belum kesampaian saya kunjungi. Nur pun langsung setuju!

Selasa, 5 November 2013

Berpedoman pada petunjuk mbah Google, kami pun memutuskan berangkat naik bus dari Pasar Rebo. Kami janji bertemu pukul 07.30 pagi agar tidak terlalu siang sampai di lokasi. Beruntunglah kami karena ga perlu menunggu terlalu lama. Bus yang akan membawa kami ke tempat tujuan pun datang. Berangkaaaatt…!!!

Welcome to Curug Cilember \^_^/
Welcome to Curug Cilember \^_^/

Setelah berganti naik angkot dan ojek, sekitar pukul 09.45 kami pun sampai di pintu masuk lokasi wisata Curug Cilember. Kayanya bahagia banget saya dan Nur, karena keinginan kami berdua akhirnya terobati. Ceritanya nih kami lagi merindukan suasana pegunungan yang kanan kiri cuma ada warna ijo, kaki kami lagi kangen trekking, kami lagi kangen dingin dan gemericik suara air yang mengalir alami dari sumbernya (jiaaahh kenapa jadi sok puitis gini?). Dan akhirnyaaa semua kerinduan itu terobati. Alhamdulillah…

Sebagai informasi aja nih traveler, Curug Cilember adalah salah satu Curug yang berada di desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Bogor. Akses menuju kesana sangat mudah, baik itu naik kendaraan pribadi ataupun menggunakan kendaraan umum. Namun, ruas jalan menuju wana wisata ini (setelah jalan raya puncak) cukup sempit. Jadi, harap berhati-hati jika berencana naik mobil menuju lokasi ini. Siap-siap kena macet juga yak!

Curug Cilember terkenal juga dengan sebutan Curug 7 (Tujuh). Sebab di lokasi ini memang ada tujuh buah curug yang lokasinya terpisah-pisah. Dimulai dari Curug 7 yang berlokasi di paling bawah, sampai dengan curug 1 yang lokasinya tentu saja paling atas. Selain curug, di wana wisata ini juga ada rumah kupu-kupu, rumah kayu (untuk menginap), flying fox, tenda-tenda yang sengaja disewakan, dan kios-kios makanan (kios makanan cuma ada sampai curug 5 saja).

Jungle trekking dimulaaaiii
Jungle trekking dimulaaaiii

Setelah membeli tiket masuk seharga Rp 13.000 (harga tiket weekend dan hari libur), kami pun memulai long trekking kami menyusuri keindahan alami wana wisata ini. Benar saja, ini mah purely jungle banget! Suasana kaya begini ini yang saya rindukan dari kapan tahu. Dari loket pembelian tiket, kami sudah disambut dengan kolam ikan, air mancur kecil, dan keran air yang terbuat dari bambu. Kemudian berjalan ke dalam kami disuguhi oleh gemericik aliran sungai yang suaranyaaaa aduh bikin hati adem banget. Belum lagi ditambah dengan menjulangnya pohon pinus dan pepohonan lain di kanan kiri kami. Perfect place in perfect moment ~~~

Curug 7 dan Curug 6
Curug 7 dan Curug 6

Curug 7 dan curug 6 berada di satu lokasi, karena kebetulan curugnya bersebelahan. Waktu masih menunjukan pukul 10.30 pagi. Tapi pengunjung curug iniiii… Luar biasa ramainya. Keramaian ini mengingatkan saya saat dulu berkunjung ke Grojogan Sewu dan Curug Cibereum, sama ramainyaaaa. Mungkin air terjun memang menjadi tujuan favorit keluarga untuk menghabiskan waktu liburannya ya?

Kami pun melanjutkan trekking menuju Curug 5. Disini jalurnya sudah mulai menanjak, persis kaya naik gunung. Bedanya saat itu kami ga gendong keril, jadi badan kerasa jauuuhhh lebih enteng, hehehe… Dari Curug 5 kami berniat ke Curug 4. Namun entah penunjuk arahnya yang salah atau kami yang salah baca, kami malah kesasar sampai ke Curug 2. Disini pengunjungnya sudah mulai sedikit, karena memang jalurnya yang sudah tambah berat dan licin karena musim hujan. Dari curug 2 sebenarnya hasrat hati ingin lanjut ke Curug 1, curug yang paling atas. Tapi waktu sudah menunjukan pukul 12.00 siang. Kami ga mau pulang terlalu malam, kami ga mau kehujanan (kalau-kalau hujan saat kami masih di atas), kami ga mau kelaperan dan kehausan (soalnya ga bawa logistik banyak). Akhirnya kami memutuskan untuk segera turun agar semua ketakutan kami itu ga tejadi *halah*

Curug 5
Curug 5
Curug 2
Curug 2

Pukul 13.30 siang kami sampai lagi di bawah. Setelah solat dhuhur dan berfoto ria di tulisan “Curug Cilember, Bogor West Java – Indonesia”, kami pun kembali ngojek menuju ke jalan raya puncak untuk makan siang dengan mie ayam pinggir jalan dan kembali pulang ke kota metropolitan yang super macet bernama Jakarta.

Thank you for the pure jungle
Thank you for the pure jungle

Yap, backpacking singkat ini cukup menyembuhkan gatel-gatel di kaki saya, kerinduan ngebolang naik bus, suasana sunyi pegunungan (walaupun kenyataannya sangat ramai sekaliiii) dan yang jelas otak jadi fresh lagi. Terus kalau udah begini, tambah kuat deh hasrat saya untuk terus jalan dan berkelanaaaa ke setiap sudut Indonesia dan dunia!!! Aamiin ya Allah…………… ^_^

Note:

Transport dari Jakarta ke Curug Cilember: naik bus jurusan Cianjur/Sukabumi. Bilang aja ke kernetnya turun di pertigaan ke Curug Cilember. Atau bus jurusan Ciawi, turun di pasar Ciawi, lanjut naik angkot jurusan Cisarua, minta diturunin di pertigaan ke Curug Cilember. Ongkos bus bermacam-macam, yang jelas ga sampe Rp 15,000. Kalo angkot dari Ciawi ke Cisarua cukup bayar Rp 5,000. Dari pertigaan ini harus naik ojek. Ongkosnya Rp 15,000 sekali jalan. Jangan mau lebih dari itu. Syukur-syukur bisa kurang hehehe… Habis naik ojek, sampai deh di gerbang masuk Cilember.

Tips:

Datanglah sepagi mungkin untuk mendapatkan suasana yang lebih sepi dan menghindari hujan di siang hari (saat musim hujan). Jika berniat untuk melatih skill fotografi, sebaiknya datang saat weekday, sebab tempat wisata ini selalu ramai pengunjung tiap weekend. Bawalah baju ganti jika berniat basah-basahan di air terjun. Saya sedikit menyesal karena tidak jadi bawa baju ganti 😦 Terakhir, please tetep jaga kebersihan yak! Cukup puas karena di sini tedapat banyak sekali tempat sampah. Sayangnya masih ada saja yang tidak bertanggung jawab dengan buang sampah sembarangan, eergghh…

Over all, happy traveling, travelers!

Advertisements

2 thoughts on “Menikmati Gemericik Air Curug Cilember”

  1. Terima kasih mbak, terima kasih… Semoga tulisannya berkah ya mbak… Sering-sering tulis macem gini mbak. Jangan lupa beserta rincian biayanya kayak di atas. Karena sangat membantu orang-orang yang ingin menikmati keindahan alam murah dengan fasilitas kendaraan umum… Tulisan ini ‘perfect’! Sekali lagi terima kasih dan salam kenal… 🙂

    1. Terima kasih juga mas sudah mampir di “rumah” saya :))) Salam kenal…
      Silakan bisa dibaca juga tulisan saya yg lain beserta teman2 pejalan perempuan di buku kami yg judulnya “Rumah adalah Di Mana Pun”. Ada 19 cerita dari 19 destinasi di seluruh Indonesia. Menarik-menarik ceritanya :)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s