Hasyik, Buku Saya Sudah Terbit!


Banyak manusia melakukan perjalanan, namun hanya sedikit yang mau menuliskannya.  -Intan Deviana

Zaman saya masih SD, saya sudah hobi menulis, sekedar menulis diary pribadi atau menulis di buku diary teman. Kebiasaan itu berlanjut sampai saya menginjak bangku SMA. Curhat menye-menye khas cinta monyet anak ABG memenuhi diary saya kala itu. Fuh, saya sendiri suka malu kalau mengingat setiap kegalauan saya saat masih SMA, hehehe…

Merangkak ke bangku kuliah, saya totally off dari kegiatan tulis-menulis. Saya lebih aktif di kegiatan organisasi kampus yang mempunyai seabrek program kerja tiap tahunnya. Maklum, saya sangat tidak aktif berorganisasi semasa sekolah. Kampus lah yang kemudian menjadi tempat pelampiasan saya untuk terjun di dunia organisasi. Selain itu, saya juga giat ber-part time job di kala waktu senggang saya. Part time job adalah cara ampuh untuk menambah isi kantong tabungan mahasiswa yang jauh merantau di luar kota. Mengajar privat, jual jajanan snack (termasuk M0mogi lho *colek Mbak Bulan*), jual pulsa elektronik, adalah serangkaian part time job yang saya jalani semasa kuliah. Pemasukannya? Wah, jangan ditanya. Untuk ukuran mahasiswa, angka beberapa ratus ribu rupiah itu sudah sangat besar. Apalagi hasil keringat sendiri, lebih bangga dan puas rasanya.

Terus terus, kok malah jadi curhat? Apa hubungannya sama judul posting-an ini? ~~~~

Sabar, ini lho baru mau saya jelasin.

Nah, setelah saya lulus kuliah, saya langsung merantau lagi. Kali ini saya dengan perasaan sedikit dipaksa hijrah ke Jakarta. Kota yang sama sekali tidak pernah terpikirkan dalam benak saya bahwa saya akan hidup beberapa tahun ke depan di sini. Fuh! Berat awalnya, namun di sini hati dan mata saya seperti dibuka. Saya dikenalkan dengan berbagai macam hal yang pada akhirnya sangat melekat pada saya sekarang ini.

Sejak dulu, saya sudah hobi sekali traveling. Tapi bisa dibayangkan kan traveling ala mahasiswa tuh gimana? Naik motor bareng pacar, destinasi yang begitu-begitu aja alias kurang menantang, dan masih pakai kamera poket hasil pinjaman teman satu kost. Wis, pokoke aku esih kere banget pas kui, hihihi… 😀 Berhijrah ke Jakarta membuat saya sadar bahwa ada cara traveling yang lebih asik. Yup, join open trip. Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang pengalaman ikut open trip saya di sini, karena kamu bisa baca di sini dan di sini, hihihi… Open trip pula lah yang kemudian memperkenalkan saya pada kegiatan mendaki gunung (selain keracunan baca buku 5cm-nya Dhonny Dirgantoro juga sih).

Terinspirasi dari berbagai informasi yang saya dapat melalui blog para pejalan, saya menjadi tertarik untuk memulai kembali hobi menulis saya yang sudah lama berhenti. Lewat blog pribadi ini, tulisan saya tidak hanya akan dibaca ulang oleh saya, tapi berpeluang juga akan dibaca orang lain. Blog yang berisi catatan perjalanan saya ini selalu saya update dengan cerita pengalaman saya menjelajah tempat baru yang baru saya kunjungi. Tentunya dilengkapi dengan foto-foto ciamik yang akan menggoda siapa saja yang hobi jalan-jalan.

Tidak berhenti pada menulis pada blog saja, saya mulai memberanikan diri untuk mengirimkan tulisan saya ke beberapa media, walaupun tidak ada satu pun yang diterima, hehehe… Hingga akhirnya terbersit keinginan sederhana dalam benak saya, pengen deh bikin buku. Rasanya gimana ya kalau nama saya ada di display toko buku sekelas Gramedia? Saya cuma senyum-senyum saja, tapi ada rasa percaya diri yang begitu besar bahwa impian itu bisa terwujud.

Di waktu luang, saya selalu update informasi lewat jejaring sosial facebook dan twitter, terutama yang berkaitan dengan dunia traveling. Kadang saya hobi sekali meracuni diri sendiri dengan membaca tulisan orang atau melihat twitpic yang mereka share di akun mereka. Sampai pada akhirnya saya membaca beberapa tweet dari akun @BackpackerStore yang sedang woro-woro tentang proyek bikin buku keroyokan tentang travelingKebetulan yang dicari hanya para women traveler. Mereka menyebutnya antologi women traveler. Entah ya, tapi ada saja jalan ketika kita punya mimpi, cepat atau lambat, semua akan dipenuhi oleh-Nya.

Singkat cerita, saya langsung submit tulisan saya, kemudian diseleksi, di-review, direvisi, dan DITERBITKAN. Dihapain yang terakhir??? DITERBITKAN??? Siapa yang berani nerbitin tulisan kamu, Ntan? GRASINDO, hai para pembaca 😀

Saya tidak bisa mengungkapkan betapa senangnya saat mengetahui tulisan saya akhirnya TERBIT. Dalam sebuah buku berjudul Rumah adalah di Mana Pun yang resmi terbit 17 Maret 2014 lalu, saya dan delapan belas pejalan wanita lainnya akan berkelakar tentang berbagai keindahan destinasi wisata di Indonesia. Sebuah bentuk pencapaian baru dalam roda kehidupan saya!

Cukup melegakan, setidaknya buku pertama saya ini akan menjadi pintu bagi terbitnya buku-buku saya selanjutnya. Semoga.

Dapatkan di toko buku Gramedia terdekat, ya!
Dapatkan di toko buku Gramedia terdekat, ya!
Advertisements

4 thoughts on “Hasyik, Buku Saya Sudah Terbit!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s