Keunikan di Setiap Sudut Lawangwangi


Jujur, sebelumnya saya sama sekali belum pernah mendengar nama “Lawangwangi”. Adik saya yang sudah sering mendengar namanya pun belum pernah mengunjunginya. Cocok! Jadilah Lawangwangi sebagai tujuan selanjutnya setelah asik bermotor ria di hutan raya Juanda.

Kata adik saya yang sudah banyak mendapat info seputar Lawangwangi, menceritakan bahwa suasana di sana memang bagus, tempat yang pas untuk bercengkrama dengan teman-teman. Tapi, begitu motor kami sudah merapat di area parkir Lawangwangi, GLEK… Saya tiba-tiba jadi cemen, karena banyak sekali mobil yang ikut-ikutan parkir di sini. Wow, saya cuma khawatir harga menu yang dijual di tempat ini out of budget saya, secara pengunjungnya level mobil semua.

“Dek dek… Mahal nggak ya kira-kira makanan yang ada di sini? Aku lagi krisis nih,” kata saya sembari melepas raincoat.

Adik saya yang tidak mengetahui informasi tentang harga menu di sini hanya menjawab datar, “Paling nggak mahal-mahal banget.”

Terlepas dari persoalan harga menu yang saya khawatirkan, saya hanya mampu berdecak kagum dengan design interior yang disuguhkan di tempat ini. Saya memang tidak paham dengan seni arsitektur, tapi berkomentar sedikit tentang keunikan yang ada di sini boleh-boleh saja kan? Hehehe šŸ˜€

Melewati pintu masuk Lawangwangi, saya disambut oleh petugas yang menjaga stand souvenir di sebelah kanan pintu. Saya tidak lantas memasukinya, namun langsung berjalan ke arah tangga di sebelah kiri. Tangga itu rupanya membawa kami ke sebuah art gallery yang menampilkan beberapa karya seni seperti lukisan, dadu berukuran besar, kursi yang kakinya berbentuk miring, pun begitu juga dengan lampu berkaki. Apalah itu semua maknanya, namun saya cukup terkesima dengan berbagai karya seni yang ditampilkan. Hasrat hati ingin bertanya tentang arti dari setiap karya yang ada, namun nyatanya tidak ada yang bisa saya mintakan informasi. Ruangan itu sepi, tidak ada siapa-siapa selain kami berdua. Tentu saja keadaan sepi seperti ini menjadi momen terbaik kami untuk berfoto-foto. Klik klik klik. Barulah setelahnya ada pengunjung lain yang memasuki art gallery tersebut. Kami melangkah ke lantai dua.

Lawangwangi art gallery
Lawangwangi art gallery

Nah, rupanya ini yang menjadi daya tarik utama Lawangwangi (menurut saya sih). Restoran dikelilingi perbukitan Dago yang pemandangannya tiada dibatasi meskipun kami masih berada di dalam restoran. Dinding restoran ini sebagian besar terbuat dari kaca, sehingga sama sekali tidak menghalangi jarak pandang kami keluar. Ih asyik banget ini sih.

Di sebelah kiri restoran, ada semacam teras dari kayu yang dihubungkan dengan jembatan. Jika dilihat dari dalam, teras ini seolah-olah seperti dermaga. Pemandangan yang dilihat dari atas teras ini, hmmmm jangan ditanya. Aduhai bingit! Ketika saya mengedarkan pandangan, hanya ada perbukitan hijau diselimuti kabut tipis keputih-putihan. Terlihat pula panorama cantik halaman restoran yang begitu luasnya. Dari sisi teras, restoran berdinding kaca itu mengingatkan saya pada serial Korea “Full House”. Mirip-mirip seperti rumah Han Ji En yang juga berdinding kaca itu. Unik!

Best view itu dari titik ini
Best view itu dari titik ini

Dan yang paling melegakan saya adalah ketika waitress menyodorkan menu kepada saya. Fiuh! Benar kata adik saya, masih harga standar kok. Untuk makan dan minum berdua cuma habis 149.500 rupiah. Cuma??? Itu kalau dibelanjakan di pasar bisa buat makan selama seminggu, Intan. Hahaha šŸ˜€

Jujur, saya lupa nama menu yang saya pesan ini :D
Jujur, saya lupa nama menu yang saya pesan ini šŸ˜€

Usai melahap hidangan pesanan kami, kami beranjak ke halaman restoran yang sempat kami lihat dari atas teras kayu tadi. Masih terpampang beberapa karya seni beberapa seniman di halaman ini. Ada prajurit terbuat dari logam berwarna hitam, ada berjejer-jejer buku terbuat dari batu, dan patung manusia berdiri berbanjar yang sepertinya terbuat dari aluminium. Ah, lagi-lagi saya hanya mampu mengagumi saja tanpa tahu apa maknanya.

Apalah makna karya seni ini :D
Apalah makna karya seni ini šŸ˜€

Sepertinya no excuse ya untuk tidak berkunjung kemari. Saya saja masih ingin kembali sekedar untuk mengintip karya seni apalagi yang dipamerkan di art gallery Lawangwangi. Hmmm, selamat berkunjung ^_^

Advertisements

4 thoughts on “Keunikan di Setiap Sudut Lawangwangi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s