Pusing-Pusing Menemukan Homestay


Masbojo memang lucu dan aneh. Ide menghabiskan long weekend akhir Maret lalu di Solo memang datang darinya. Tapi kenapa ujung-ujungnya tetap saya ya yang mengurusi semua persiapan liburan itu? Masbojo anteng-anteng wae tuh, adem ayem babar blas tidak menyiapkan apa-apa. Duh!

Saya semua yang bikin itinerary ~~~
Saya semua yang bikin itinerary ~~~

Mengantisipasi penuhnya penginapan, saya jauh-jauh hari sudah mencari info tentang penginapan murah di Solo. Di salah satu situs wisata, ada sebuah homestay di daerah Kemlayan Kidul yang katanya recommended dan murah! Tertulis jelas pula alamat dan nomor telepon homestay yang bernama Paradiso Guest Hotel itu. Membaca review homestay-nya dan melihat galeri fotonya, sepertinya tempat ini cocok untuk kami menginap besok. Tidak perlu hotel yang mahal, toh hanya kami pakai untuk tidur dan mandi. Terlalu sayang kalau harus mengeluarkan anggaran yang besar hanya untuk menginap dua malam saja, hihihi… 🙂

Akhirnya saya hubungi nomor yang diinfokan di situs wisata tadi. Ketika diangkat, ternyata suara perempuan di ujung sana menyuruh saya untuk menghubungi Pak Joko, bapak-bapak yang khusus melayani reservasi homestay. Percakapan pun berlangsung tidak lebih dari sepuluh menit. Saya memilih kamar bertarif Rp100,000 per malam, karena itulah tarif paling murah menurut info dari Pak Joko.

Nah, karena saya di Jakarta dan masbojo di Kudus, supaya bisa berangkat bareng ke Solo, kami sama-sama pulang dulu ke Semarang, ke rumah mertua saya. Dari Semarang, kami berangkat pagi-pagi menuju Solo naik motor. Wuih, sudah lama banget saya dan masbojo nggak touring jarak jauh naik motor. Saya yang seringnya naik mobil/bus jadi gampang ngantuk. Alhasil saya sering merem-merem di atas motor. Masbojo berkali-kali menepuk-nepuk kaki saya. Untung aja badan saya nggak sampai oleng. Bisa bahaya kalo sampai jatuh! x_x

Ketika sudah memasuki jalan raya Slamet Riyadi, masbojo menanyakan dimana alamat homestay yang sudah saya booking. Karena kami sama-sama buta daerah Solo, kami pun mengandalkan google maps untuk mengarahkan kami ke daerah Kemlayan. Dari tempat kami berhenti sekarang, ternyata lokasinya dekat. Cukup lurus saja mengikuti jalan raya Slamet Riyadi. Tikungan ke daerah Kemlayan ditandai dengan hotel Novotel di sisi kiri jalan. Begitu menurut google maps.

Hotel Novotel sudah terlihat. Masbojo nanya lagi ke saya setelah ini beloknya kemana. Saya lihat ke google maps, dan… Duh! Ini maps cuma nunjukin arah ke daerah Kemlayan, tapi tidak bisa membaca dimana Paradiso Guest Hotel berada. Secara Paradiso kan penginapan kecil ya? Mana kebaca di google maps… x_x

Utuk utuk utuk… Saya pun menghampiri dan bertanya kepada seorang satpam yang sedang berdiri di pinggir jalan. Menurutnya, untuk menuju Kemlayan Kidul, kami belok kanan saja di tikungan depan. Lalu, tikungan pertama, belok kiri. Daerah itu sudah masuk daerah Kemlayan. Kami pun mengikuti arahan satpam tadi. Dan, setelah sampai di lokasi… Kami pun… BINGUNG…!!! Krik krik krik… Bertanyalah lagi saya ke tukang sol sepatu. Si bapak kasih petunjuk lagi. Katanya, belok kiri, belok kanan, terus tinggal nyebrang. Oke! Kami ikuti petunjuknya.

Kiri, kanan, nyebrang. Loh… Lha ini nyebrang kemana? Kalo nyebrang, kami sampainya ke hotel mewah yang saya lupa namanya. Kan hotel kita hotel murah. Bukan, bukan yang ini. Terus di mana si Paradiso-nya? Huuaaa…

Masbojo mulai Indonesia Raya.

“Ini terus kemana, Yang?”

Saya hanya terdiam, membisu. Bingung juga soalnya.

“Makanya kalo nanya itu yang lengkap, yang detil sampe selesai. Nanya kok setengah-setengah.”

Tuing tuing. Ini nih masbojo saya. Baruuuuu aja bingung sedikit, udah ngomel-ngomel. Mbok yo sabar tho nang nang. Ini lho ta tanyain lagi ke tukang becak. Udah deket kok ini, pasti tahu lah si tukang becaknya.

“Ow… Paradiso… Itu lho mbak, tinggal masuk ke gang kecil itu, yang sampingnya bangunan putih itu. Masuk, lurus sampai mentok. Paradiso ada di sebelah kiri, nanti ada semacam pintu kecil,” jawab si tukang becak dengan logat Solonya yang kental.

Heeee? Gang kecil? Lah, ternyata homestay-nya ada di dalem gang kecil tho? Lah, saya kok nggak ngeh ya? Saya pikir ada di pinggir jalan besar. Begitu sudah yakin mendapat petunjuk yang tepat dan jelas, kami pun bergegas menelusuri gang yang dimaksud tukang becak. Tapi masbojo masih saja meneruskan Indonesia Raya-nya. Indonesia, tanah airku, tanah tumpah darahku ~~~

“Kalo nanya tuh dibiasain pakai bahasa Jawa. Ayang kan orang Jawa, ini kan masih di Jawa.”

Oku sayang, siap! Bener juga kata masbojoku itu, hihihi… 🙂

Di dalam gang, rupanya masih ada kendala, karena meskipun gang kecil, tapi dia juga punya banyak tikungan. Kami sudah membaca jelas tulisan Paradiso Homestay yang tertancap di tembok, namun kami bingung letaknya di gang yang lurus, atau yang belok ke kiri. Karena tidak ada orang yang bisa ditanya, kami lantas belok ke kiri saja. Toh kalau salah tinggal putar balik saja. Saat sudah berbelok ke kiri, gangnya kenapa semakin lama semakin menciut, dan… BUNTU!!! Waduh, iki piye sih karepe? -____- Untung saja disitu ada seorang manusia yang meluruskan jalan kami menuju Paradiso. Ternyata jalan yang benar itu yang lurus tadi, bukan belok ke kiri. Zzzzz… -____-

Di depan sebuah pintu besi berwarna hijau, yang benar-benar seperti pintu rumah orang—karena tertutup sekali—kami pun dapat bernafas lega, akhirnya sampai juga setelah muter-muter nggak jelas. Tapi, kami tidak bisa langsung masuk, alias harus memencet bel dulu. Unik! Kata Pak Joko sih untuk alasan keamanan, begitu kata beliau setelah pintu besi hijau tadi dibukakan olehnya.

Ini dia pintu masuk homestay kami ~~~
Ini dia pintu masuk homestay kami ~~~

Penasaran dengan letak Paradiso yang ternyata ada di dalam gang, saya lantas ngecek lagi review hotel Paradiso di situs wisata kemarin. Ternyata di sana memang tertulis jelas seperti ini.

Gang kecil di seberang Batik Keris Jl. Dr. Rajiman ini sudah tidak asing di kalangan traveler dan backpacker…

Owalah, saya yang oon berarti. *tepokjidat*

Sssttt… Masbojo belum tahu tentang hal ini. Kira-kira apa reaksinya kalau tahu ya? Mungkin akan Indonesia Raya-an lagi? I think so ~~~

Kecapekan dan masih sempat foto-foto
Kecapekan dan masih sempat foto-foto

 

Advertisements

9 thoughts on “Pusing-Pusing Menemukan Homestay”

  1. mau tanya, itu katanya di homestay Paradiso Guest Hotel di kamar g ada colokan listriknya ya? benar g ya? soalnya saya berencana mau liburan ke solo… ini lagi cari info… mohon dibalas :(, terimakasih

  2. mba untuk perempuan aman penginapanny? dan bisa diakses dengan kendaraan umum/jalan kaki?
    ada rencana ke solo tpi travelling sendiri

    1. In shaa Allah aman mbak, cuma suasana homestay-nya sedikit seyem.. Hehehe.. Karena memang bangunannya kan bangunan jadul gitu. Tapi aman kok, aman banget.
      Akses untuk kendaraan umum saya kurang paham, paling becak aja sih yang saya tahu. Dari jalan raya masuk ke dalemnya ga begitu jauh, jadi aman kalo ditempuh dengan jalan kaki.
      Selamat berwisata ke Solo 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s