Sepertinya Saya Jatuh Cinta Lagi


Bukan lah, bukan sama cowok. Saya kan sudah punya suami, hihihi… Ini adalah kisah cinta antara saya dengan sebuah kota yang terkenal dengan slogannya, The Spirit of Java 🙂

Ide cemerlang masbojo untuk liburan di Solo memang sangat sangat sangat tepat, walaupun ujung-ujungnya tetap saya yang menyusun itinerary dan booking penginapan. Diawali dengan peristiwa menyedihkan saat mencari homestay yang sudah kami booking, kisah saya jatuh cinta pada Solo tetaplah indah. Ihirrr…

Nggak rugi juga sih saya mendapat mandat untuk menyusun itinerary. Dengan begitu, saya jadi paham banget tempat-tempat wisata yang most recommended di kota ini. Satu faktanya, terlalu banyak tempat wisata di Solo, baik yang terlihat menarik maupun yang tidak. Semua membuat saya ingin sekali mengunjunginya satu per satu. Fakta berikutnya adalah kami hanya diberi waktu tiga hari dua malam untuk ngubek-ngubek Solo dan sekitarnya. It means that we can’t visit all of the tourist resort!

Itinerary 3D2N di Solo
Itinerary 3D2N di Solo

Oke! Pertama, wisata kuliner di Solo tidak boleh missed, karena masbojo request agar kami bisa berwiskul ria di sana. Kedua, keraton Solo harus masuk daftar, karena saya belum pernah masuk ke dalamnya -___- Kasian ya? Ketiga, Solo bagian timur kan berdekatan sama kaki gunung Lawu ya? Ke tempat yang dingin-dingin kayanya wajib nih. Selain Tawangmangu dan Telaga Sarangan, ternyata ada dua alternatif wisata candi yang sepertinya harus masuk daftar juga. Candi Cetho dan Candi Sukuh. Menurut informasi, letaknya berdekatan. Syukur-syukur bisa berkunjung ke kedua candi itu, tapi kalau waktunya mepet ya, satu candi saja sepertinya cukup. Candi Cetho terpilih sebagai prioritas awal saya untuk dikunjungi.

Keempat, ESES wajib masuk daftar! Saya juga belum pernah berkunjung ke ESES. Dia adalah nama sebuah store yang sempat masbojo kunjungi saat perjalanan pulang kondangan dari Wonogiri. Waktu itu masbojoku ini belum puas belanja baju di sana, jadilah dia request lagi ke saya supaya kami disempatkan untuk mampir ke sana. Oke, baiklah mas 🙂

Fufufu ~~~

Sambil menyusun itinerary, tentunya saya sekalian bisa browsing dong seperti apa tempat-tempat yang akan kami kunjungi nanti di Solo. Dengan membaca review setiap tempatnya saja saya sudah mulai tertarik pada mereka. Sudah mulai terbayang asiknya traveling bareng masbojo, naik motor, menginap, dan keliling kota Solo dan sekitarnya cuma berdua saja. Lalala asyiknya ~~~

Jeng jeng!

I will remember this JOURNEY ~~~
I will remember this JOURNEY ~~~

Untuk menulis semua kisah perjalanan kami selama di Solo dalam satu post sepertinya terlalu panjang. Tapi yang pasti pengalaman dari sisi saya pribadi, terlepas dari saya perginya sama masbojo ya, bener-bener deh membuktikan pada saya bahwa benar adanya kalau Solo itu bikin jatuh cinta dan bikin kangen untuk berkunjung ke sana lagi. Sensasi kuliner malamnya, excited-nya manjat-manjat naik motor ke Candi Cetho, muter-muter ke segala penjuru menemukan Pasar Triwindu (yang awalnya tidak masuk ke dalam itinerary yang saya buat), dan setiap sudut kota Solo yang sempat dilewati dengan kendaraan roda dua kami membuat saya merasa damai di tempat ini. Ramai tapi nggak ada macet. Itulah Solo.

Ah, sepertinya saya memang jatuh cinta lagi, jatuh cinta sama Solo 🙂 Tunggu catper berikutnya ya tentang kisah-kisah asik, unik, dan mengesankan selama di Solo 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s