Melongok Isi Keraton Surakarta


Salah satu alasan saya berangkat sedikit lebih awal ketika mengunjungi Candi Cetho (dan akhirnya gagal mengunjungi Candi Sukuh) adalah mengejar waktu agar bisa sowan ke Keraton Surakarta (selanjutnya akan saya singkat menjadi Keraton Solo). Jujur, saya buta sama sekali tentang sejarah Keraton Solo ini. Hasrat ingin mengunjunginya lebih karena rasa penasaran dan ingin tahu isi keraton, sebab saya sama sekali belum pernah masuk ke dalam keraton, baik itu keraton Solo maupun yang ada di Yogyakarta. Hihihi…

Saya dan suami membeli tiket masuk yang saya lupa harganya, dimana kami dapat menelusuri setiap sudut keraton. Kami masuk lewat pendopo yang terdapat di dekat alun-alun utara Solo. Ini merupakan pintu utama bagi wisatawan Keraton Surakarta Hadiningrat. Berjalan berkeliling dan melongok setiap bangunan keraton ini sungguh membuat saya takjub. Ternyata Keraton Solo sangatlah luas. Setidaknya ada enam macam kompleks di keraton ini yang sempat kami kunjungi. Sebutlah kompleks Alur-alun Lor/Utara, kompleks Sasana Sumewa, kompleks Kemandungan Lor/Utara, kompleks Sri Manganti, kompeks museum, dan kompleks Kedhaton. Penjelasan lebih rinci dapat ditemukan di situs ini ya!

Beberapa sudut di Keraton Surakarta
Beberapa sudut di Keraton Surakarta

Keraton yang banyak menyimpan benda-benda jaman dahulu, sedikit banyak membawa ingatan saya ke masa-masa para raja memimpin kerajaan ini. Berarti, ini semua nyata, kan? Benda-benda seperti tungku masak, alat tumbuk padi, dayung raksasa, kereta kencana yang rodanya setinggi orang dewasa, meriam, kursi-kursi raja, pakaian kuno, dan lain sebagainya adalah nyata peninggalan Kasunanan Surakarta sejak tahun 1745. Wow!

Salah satu benda peninggalan keraton yang menarik perhatian saya adalah kereta kencana. Di salah satu ruang di kompleks museum, ada dua buah kereta kencana tua yang disimpan di sana. Salah satunya terlihat unik, karena seperti saya ceritakan di paragraf sebelumnya, dia memiliki roda belakang dengan diameter +/- 1,7 meter (setinggi suami saya). Di ruangan kereta kencana ini, saya melihat ada seorang abdi dalem yang sedang berjaga dan sepasang muda-mudi yang sepertinya sedang melakukan foto prewedding. Ih, asiknya! Sayang, kompleks museum ini kurang terawat. Debu dan sarang laba-laba menjadi pemandangan yang tidak semestinya ada.

IMG_5544 (1)

Jadi, silakan berkunjung kemari di hari Senin-Kamis dan Sabtu jam 08.30 – 14.00 WIB, serta Minggu dari jam 08.30-13.00 WIB. Satu cerita baru akan kalian dapatkan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s