Framing is Enchanting, Isn’t It?


Ramai pengunjung
Ramai pengunjung

Dewasa ini dunia fotografi digital makin popular saja di kalangan masyarakat kita. Perkembangan teknologi fotografi yang sangat pesat membantu para penyuka dunia foto-foto untuk bisa lebih eksis, lebih narsis, lebih mudah dalam mengabadikan setiap momen apapun dalam bidikan kamera. Karena sudah era digital, foto atau gambar yang tersimpan pun lebih banyak dalam bentuk soft file. Cukup membuka folder gallery di smartphone kita, ratusan foto pun dapat dengan mudah dilihat kembali.

Fenomena semacam ini sedikit menggeser kebiasaan orang untuk mencetak foto-foto mereka dalam bentuk hard file yang kemudian disimpannya dalam sebuah album foto. Ini menurut pendapat saya aja lho 😀 Karena saya sendiri juga begitu. Foto-foto traveling saya sejauh ini hanya tersimpang manis di hard disk external saya. Kalaupun mau dikasih unjuk ke orang-orang, saya cukup upload aja ke medsos atau bikin DP di bbm saya. So simple, right? Beda sekali dengan orang-orang jaman dulu yang trend kameranya masih memakai kamera manual dengan roll film. Foto-foto mereka dicetak dan dikumpulkan dalam album foto, bahkan dipajang dalam sebuah frame atau bingkai. Asik ya!

Ruangan dalam Jonas Photo
Ruangan dalam Jonas Photo

Pemikiran itulah yang langsung terlintas dalam otak saya ketika mengunjungi Jonas Photo, sebuah modern photo studio di Semarang. Niat awal Fandi mengajak kemari adalah untuk photo box. Photo box??? Iyaaaaa… Dua puluh lima tahun bernafas di dunia ini belum sekalipun dia foto di photo box! Zzzzz…

-_____-

Saya langsung terkesima ketika memasuki bagian depan Jonas Photo. Pintu utama ada di bagian depan, sedangkan pintu masuk lainnya ada di bagian samping dan belakang. Suasana yang unik, ruangan yang luas dan lega membuat betah siapa saja yang berkunjung kemari. Berbagai macam photo frame berjejer rapi di setiap sudut ruangan, di setiap tembok, dalam berbagai ukuran, bentuk, dan warna. Ini baru bagian depannya saja lho. Kemudian kami segera beranjak ke belakang karena studio untuk photo box ada di bagian belakang Jonas Photo.

Sesi foto di dalam box menghasilkan enam belas gambar narsis kami. Lucunyaaaa… Berasa masih ABG 😀

Berasa masih pacaran :D
Berasa masih pacaran 😀

Saya sengaja berjalan berkeliling untuk mengamati aneka frame yang dijual di sini. Betapa mupengnya saya melihat frame yang lucu-lucu ini. Saya jadi teringat dengan rencana lama saya untuk mengumpulkan dua tiga foto terbaik dari setiap momen dalam hidup saya untuk bisa dicetak dan disimpan dalam album foto dan frame! Melihat frame yang bervariasi seperti ini, aduh…tambah gemesss… Ada sebuah photoframe set yang dijual seharga Rp350.000, isinya ada tujuh buah frame dengan berbagai pilihan frame setting. Frame sendiri ada dua macam, table frame dan wall frame (ini istilah yang saya buat sendiri, hihihi…). Tapi kalo saya prefer ke wall frame, karena tidak akan memakan tempat. Coba deh dibayangkan, kalau dinding rumah saya nanti berwarna-warni dengan berbagai bentuk frame berisi foto momen-momen lucu kami? Tiap hari bisa dilihat tanpa harus membuka soft file yang disimpan di smartphone atau hard disk kita. Asik ya! Hihihi…

Frame frame frame!
Frame frame frame!

Sejauh ini, saya dan Fandi masih sibuk berencana untuk membeli beberapa frame set yang kelak akan menghiasi setiap sudut tembok rumah kami di Purwokerto. Segera, semoga. Aamiin.

fashion wanita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s