Suka Duka Berkelana di Liburan Hari Raya


Libur Idul Fitri tahun ini sangat mendukung sekali sebenarnya untuk kabur ke destinasi yang jauh, yang membutuhkan waktu setidaknya tiga atau empat hari. Banyak sahabat saya para pendaki sengaja memanfaatkan libur lebaran tahun ini untuk mendaki ke gunung di luar Jawa. Sebutlah Kerinci, Rinjani, Binaiya, dan gunung lainnya. Saya cuma bisa drooling aja sih saat tahu mereka mau naik ke gunung-gunung itu. Hehehe. Lalu, kemana sajakah kami di hari libur lebaran kemarin?

Mengingat banyaknya acara keluarga (terlebih sekarang keluarga besar saya ada dua dan inilah kali pertama lebaran pasca menikah), jadi sejak jauh-jauh hari kami hanya mengagendakan nonton Sendratari Ramayana saja di Prambanan (karena sudah sejak awal tahun saya berencana untuk nonton pementasan ini). Karena hanya ada satu agenda dan kami tidak berencana menginap, saya pun tidak banyak melakukan persiapan. Sampai akhirnya, saya tersadar bahwa: BAKAL SAYANG BANGET KALAU SUDAH JAUH-JAUH KE JOGJA TAPI HANYA MAMPIR NONTON SENDRATARI RAMAYANA SAJA.

Nah lho.

Setelahnya, terjadilah berbagai kerempongan.

H-1 lebaran, saya mencoba booking penginapan untuk kami menginap. Saya mengincar penginapan murah di seputaran Malioboro. Saya telfon ke beberapa nomor, dan hasilnya… NIHIL. Full booked semua. Ya iya laaahhh. Sudah menduga juga sih sebenarnya. Alternatif lain: pertama, harus cari lokasi yang agak jauh dari pusat kota. Kedua, jangan cari penginapan murah karena pasti sudah full booked, plus kami sepertinya sudah terlalu sering nginep di penginapan murah, sudah saatnya kami menginap di hotel yang agak eksklusif dan lux. Hihihi. Di Citihub Hotels Gejayan-lah kami akhirnya menginap dengan total harga Rp850,000 untuk dua malam. Harga yang lumayan menohok dan membuat saya nggak mau sering-sering mengingatnya.

SUKA: bisa kesampaian bobok di hotel mahal.

DUKA: pulsa habis gegara nelpon banyak nomor penginapan. Rp850,000 melayang hanya untuk numpang bobok sebentar.

Room 115 Citihub Hotels Jogja
Room 115 Citihub Hotels Jogja

Kami memutuskan untuk menyewa motor selama stay di Jogja. Saya mulai browsing jasa rental motor di Jogja yang setahu saya sangat banyak jumlahnya. Tidak terlalu sulit menemukan dan memilih jasa rental motor tersebut. Tapi, tarif sewanya naik 50% dari harga normal -_____- Rp60,000 berubah jadi Rp90,000 deh per harinya. Pas saya mau memberikan jaminan sewa yang salah satunya adalah KTP, ternyata………… KTP kami berdua tertinggal di tas saya yang lain -_____-

SUKA: dengan menyewa motor, memudahkan kami keliling Jogja dan ke destinasi tujuan kami.

DUKA: awalnya kami order motor Supra X 125D, tapi yang diantar malah Honda Beat. Kami harus menunggu agak lama sampai motornya diantar ke meeting point. Harga sewanya naik nggak naggung-nanggung, bikin ilfil aja. Fandi sempet bete gegara saya ceroboh nggak bawa serta KTP kami. Huft.

Serah terima motor sewaan. Lihat muka betenya Fandi deh, hihihi...
Serah terima motor sewaan. Lihat muka betenya Fandi deh, hihihi…

Pas di Jogja, kami menyempatkan diri mencari……… TONGSIS -_____- Bukan apa-apa, cuma buat mempermudah kami foto berdua, jadi kan nggak perlu merepotkan orang lain yang lagi foto-foto juga terus tiba-tiba dimintain tolong suruh motoin kita. Hehehe. Demi mendapatkan tongsis, kami rela muter-muter jaaauuuuhhh ke sebuah store rekomendasi seorang teman. Alhasil, kami nyasar, dan ga berhasil dapet tongsisnya.

Terus, berhasil dapet tongsisnya dimana?

Di seberang hotel agak ke selatan sedikit. Rupanya di dekat Citihub Hotels, ada banyak toko aksesoris handphone. Nggak cuma satu pula, tapi berderet-deret. Tau gitu kan……… Yasudahlah………

SUKA: berhasil beli tongsis. YEAY.

DUKA: awalnya cuma cari tongsis aja. Eh ga taunya harga smartphone yang lagi dicari Fandi lagi murah di toko itu, plus dapet free external memory 32GB original. Jadinya ya gitu, iman kami nggak terlalu kuat untuk menahan tidak membelinya.

Tongsis BARU Rp75,000
Tongsis BARU Rp75,000

Hari terakhir kami di Jogja. Setelah mengembalikan motor yang kami sewa (meeting point di depan McD Malioboro), kami segera meluncur ke terminal Giwangan untuk pulang ke Cilacap. Kami sudah stand by di halte Trans Jogja Malioboro dari jam 11 siang, dan baru sampai terminal Cilacap jam 11.30 malam. What a jam! -_____- Kalo scene yang ini mah duka semua kali ya, nggak ada sukanya. Hihihi.

Jam 05.30 sore masih di pool (mana ini saya lupa)
Jam 05.30 sore masih di pool (mana ini saya lupa)

Walaupun penuh dengan kerempongan, berkelana saat liburan hari raya itu tetep menyenangkan. Banyak tantangan yang membuatnya lebih berkesan. Cobain deh.

Advertisements

10 thoughts on “Suka Duka Berkelana di Liburan Hari Raya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s