Menyulut Asa, Dari Kami Untuk Mereka


Saya percaya, perjalanan ini sudah Tuhan rencanakan untuk kami sejak lama, kami yang diberi kesempatan untuk menengok langsung wajah-wajah ceria calon penerus bangsa ini di salah satu desa terpencil di kabupaten Pandeglang, provinsi Banten. Di kecamatan Cigeulis tepatnya, kami bersepuluh diminta oleh @relawan_kfp, salah satu komunitas yang concern terhadap pendidikan di Indonesia, untuk turut memberikan sumbangsih kepada anak-anak didik di SDN 3 Banyuasih.

Menyapa mereka
Menyapa mereka

Kunjungan ini membuka mata dan hati saya, bahwa inilah salah satu bukti nyata masih adanya kesederhanaan dan keterbatasan di tanah air kita. Bapak Sudirman, selaku kepala sekolah SDN 3 Banyuasih, secara singkat berkisah kepada kami tentang keadaan sekolah yang sudah puluhan tahun beliau pimpin. Hanya ada dua gedung utama di sekolah ini. Satu gedung berfungsi sebagai ruang kelas anak-anak, yang mana hanya ada tiga ruang kelas untuk enam tingkatan. Satu gedung lainnya merupakan gedung yang multifungsi, ada ruang kepala sekolah di sana, ada perpustakaan, ada gudang, ada ruang untuk menerima tamu, dan tempat bagi pengajar dari SGI Dompet Dhuafa menginap. Ada 124 orang siswa di SDN 3 Banyuasih, yang diajar oleh tiga guru berstatus PNS, empat guru berstatus TKS (Tenga Kerja Sementara), dan satu orang pengajar dari SGI. Ya, kawan dari SGI Dompet Dhuafa inilah yang turut berkontribusi mendidik siswa-siswi SDN 3 Banyuasih. SGI (Sekolah Guru Indonesia) merupakan salah satu program tahunan dari Dompet Dhuafa yang bergerak dalam pengentasan problematika pendidikan di Indonesia, khususnya untuk daerah-daerah pelosok dan perbatasan yang minim fasilitas pendidikan.

IMG_7349 (1)
Gedung sekolah SDN 3 Banyuasih. Photo by @citno

Saya dan teman-teman memang tidak melakukan banyak kegiatan di sana. Selama dua hari, kami hanya berkenalan dengan siswa-siswa, membuat prakarya untuk display kelas, berbagi buku titipan dari Asia Foundation, makan siang bersama, bermain di pantai, foto-foto selfie, berenang di danau dekat pantai, bernyanyi, membuat api unggun, menyalakan lampion, dan kegiatan menyenangkan lainnya. Namun, seperti kata Kak Angger (koordinator @relawan_kfp), sekecil apapun kontribusi kami saat itu, percayalah bahwa hal tersebut kelak akan berpengaruh besar bagi kehidupan adik-adik kami di SDN 3 Banyuasih.

PAGE1
Melakukan kegiatan menyenangkan bersama mereka

Saya tetiba berdecak kagum dan bangga ketika Bapak Sudirman bercerita bahwa SDN 3 Banyuasih pernah menorehkan prestasi sampai tingkat ASEAN. Di bidang olahraga, khususnya cabang atletik, kemampuan siswa-siswa ini jangan ditanya. Mereka ini yang hidup dengan alam tentu lebih terlatih untuk berlari, memanjat, dan berenang. Tak heran jika ada piala yang mampu mereka bawa pulang sebagai penghargaan atas prestasi mereka itu. Di bidang akademik pun siswa-siswa di sini patut mendapat dua jempol. Tingkat kelulusan ujian nasional SDN 3 Banyuasih selalu mencapai 100%, meskipun nilai per mata pelajaran memang masih banyak yang di bawah tujuh.

Kekaguman dan kebanggaan lainnya muncul saat saya menyadari bahwa anak-anak ini seperti tidak pernah mengenal lelah beraktivitas dengan kami seharian penuh, dari pagi hingga malam, dan dilanjutkan keesokan paginya. Tawa ceria tidak pernah luput dari bibir mungil mereka, keringat yang terus menetes pertanda mereka selalu aktif di setiap kegiatan yang kami bimbing. Padahal kami melihat, setiap harinya mereka harus berjuang dalam kesederhanaan, belajar dengan fasilitas yang sederhana, makan dengan lauk yang sederhana, sandang dan papan yang sederhana. Hebat sekali kan mereka? Semangat mereka yang selalu on fire bagaikan cambuk bagi saya. Pantaskah saya jika masih sering mengeluh dan tidak bersyukur dengan apa yang saya miliki saat ini? Benar-benar sebuah renungan.

Semangat yang selalu menyala
Semangat yang selalu menyala. Photo by @adhimagnifico

Semangat yang gigih itulah yang kami manfaatkan untuk sedikit demi sedikit menyulut asa mereka, menyulut mimpi agar berani mempunyai cita-cita setinggi langit. Kami harap, kelak mereka tidak sekedar mempunyai ijazah sekolah dasar lalu melanjutkan bertani atau menjadi nelayan di daerah mereka. Kelak, kami ingin mereka mau mengejar mimpi keluar sana, mencari banyak pengalaman baru dan luar biasa yang tentu tidak akan mereka dapat di desa tempat mereka tinggal.

Lewat lampu-lampu lampion yang kami dan mereka sulut di malam hari itu, mereka coba terbangkan asa mereka ke angkasa. Itulah mimpi-mimpi mereka, yang sedang mencari jalan untuk sampai di tujuannya.

_MG_7260 (1)
Menyulut asa, biarkan mengangkasa. Photo by: @adhimagnifico

Perjalanan ini kemudian membuat saya merenung. Andai saya suatu hari nanti menjadi orang yang mempunyai banyak harta, atau saat ini pun ketika saya sudah berkecukupan, apakah saya bisa tega menggunakannya hanya untuk kepentingan saya sendiri dan keluarga? Atau malah ada yang secara sengaja maupun tidak, banyak maupun sedikit, sudah berhasil mengambil harta yang bukan menjadi haknya. *melirik pada para koruptor*

Di hari kepulangan kami ke Jakarta, Kak Ari, pengajar dari SGI, memberikan lembaran kertas yang rupanya kumpulan surat yang ditulis oleh tangan-tangan mungil siswa SDN 3 Banyuasih. Sepucuk surat ditujukan untuk saya. Saat saya membacanya, aih… Polos sekali isi surat itu… Sebuah ucapan terima kasih terucap dari deretan kalimat-kalimat singkat di dalamnya. Sebuah pantun dengan rima yang kurang beraturan tertulis sebagai penutup surat tersebut. Betapa terharunya saya.

Surat dari Asla :')
Surat dari Asla :’)

Dari kami, untuk mereka… Mereka adik-adik kecil kami di SDN 3 Banyuasih yang semangatnya selalu menyala. Keep on fire ya, Dek! Sulut asamu dan gapai semua mimpi-mimpimu.

_MG_6772 (1)

Baca juga tulisan teman relawan yang lain di link berikut ini.

Harris Maulana – Sepucuk Surat dari Anak SD di Pelosok Negeri

Adhi Kurniawan – Melawan Keterbatasan dengan Secercah Harapan

Advertisements

One thought on “Menyulut Asa, Dari Kami Untuk Mereka”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s