Babymoon Ternyata Melelahkan


Tapi, bukan berarti saya kapok ya. Enggak sama sekali dong. Justru di trimester kedua kehamilan pertama ini, targetnya tiap bulan bisa menjambangi setidaknya satu tempat wisata baru. Ga perlu yang jauh-jauh, asal berkesan dan bikin calon baby senang.

Waktu minja ijin dokter Z untuk terbang di awal Januari lalu, spontan dokter Z langsung melarang saya untuk jangan naik pesawat dulu.

“Jangan, nanti keguguran,” begitu dia menyarankan.

Batin saya, kok ada ya dokter yang langsung men-judge kaya gitu. Kalaupun mau melarang ya mbok ya kalimatnya yang agak enak didengar. Huhuhu. Saya langsung sedih, tapi tetap bertekad untuk tetap berangkat! Toh menurut artikel-artikel yang saya baca di internet, naik pesawat bagi wanita hamil diperbolehlan kok, asal usia kandungannya tidak lebih dari 36 minggu untuk kehamilan pertama. Kapan lagi babymoon sekaligus wisata bareng Bapak Ibu Adek dan keluarga besar Darikin Kartodharsono???

kaca mata

Liburan ke Bali ini terbilang super kilat, cuma dua hari satu malam! Itu juga sudah alhamdulillah banget, karena rencana family holiday ini sebenarnya sudah dari kapan tahu di-planning. Baru awal tahun 2015 ini bisa terealisasi. Jadwal keberangkatannya pun ndilalah bisa ngepas banget dengan jadwal nikahan teman kantor di Jogja. Jadi, Fandi bisa nyusul saya ke Jogja, baru setelah itu terbang ke Bali. Yang unik, saya berangkat dari Jakarta bawa baju-bajunya Fandi, sedangkan Fandi berangkat dari Kudus bawa baju-baju saya yang sebelumnya dibawa dari Cilacap. Nah kan, unik…

Sampai di Bali sudah cukup larut malam, rombongan keluarga dari Cilacap dan Bogor sudah tiba duluan tadi pagi. Dua kali terbang dalam satu hari ditambah perjalanan darat dari Kuta ke penginapan di Gianyar praktis membuat badan saya sempoyongan. Hihihi. Waktu badan ini dihempaskan di atas kasur, blek… Euhhh ya Allah nikmatnya tiada tara. Alhamdulillah sebelum tidur sempet dapet pijetan ringan dari Fandi. Hehehe.

Destinasi pertama. Masih semangat :D
Destinasi pertama. Masih semangat 😀

Hari pertama, kami ambil rute wisata: Pura Taman Ayun – Bedugul – Tanah Lot – Krishna. Hari kedua, rutenya: Pantai Pandawa – Garuda Wisnu Kencana – Pura Luhur Uluwatu – Bandara. Itinerary yang sangat sederhana, kan? Tapi fisik seorang bumil dan tidak ternyata memang beda ya? Hehehe. Sepanjang perjalanan di dalam bus, saya pasti merem. Biasanya kan saya bisa ngobrol apa saja sama Fandi, atau stand by dengan kamera dan duduk di seat paling depan. Lha ini, boro-boro. Kamera aja sengaja saya tinggal, karena saya sadar diri, nggak mungkin saya bisa berlari-lari ria atau aktif bergerak untuk jepret sana-sini. Hiks!

Isengnya mah teteup lah ya :D hihihi...
Isengnya mah teteup lah ya 😀 hihihi…
IMG-20150110-WA0003 (1)
Asyik perutnya mulai buncit

Tapiii… Meskipun begitu, teteup ih saya-nya malah tambah semangat untuk merencanakan babymoon berikutnya. Hihihi. Yang penting bukan naik gunung atau snorkeling, in shaa Allah saya masih kuat dan aman! Mudah-mudahan Kakak juga sesemangat emaknya ya Kak, biar besok jadi anak yang doyan bertualang juga. Hokei?

Jadi, kemana kita bulan depan, Kak? 😀 *marimenabunglagi*

Kondisi udah lemes, tapi harus selalu senyum kuda :D
Kondisi udah lemes, tapi harus selalu senyum kuda 😀
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s