Gagal Naik Kereta Pangrango


Untung bukan saya yang gagal naik kereta Pangrango. Tapi, teman saya. Diah namanya. Saat Diah dan Mbak Gendis memutuskan bergabung dengan saya dan Fandi untuk camping di Situgunung, saya sudah mengingatkan mereka untuk berangkat pagi dari tempat masing-masing agar bisa ontime sampai di Bogor. Soalnya, kereta Pangrango yang akan membawa kami ke Sukabumi berangkat tepat pukul 07.55 dari Stasiun Bogor Paledang. Artinya, dari Stasiun Bogor, kami masih harus berjalan kaki sekitar lima ratus meter menuju Stasiun Bogor Paledang.

Stasiunnya sih kecil, tapi penumpangnya bejubel
Stasiunnya sih kecil, tapi penumpangnya bejubel

Menurut pengakuannya, Diah yang sekarang ngekost di Tangerang, sudah berangkat dari kostan jam lima pagi, tanpa mandi tanpa dandan lho. Dia benar-benar mengantisipasi agar tidak terlambat sampai di Bogor. Dari kostan, dia naik angkot dulu menuju Stasiun Tangerang, dilanjut dengan commuter line menuju Stasiun Bogor. Seharusnya naik commuter line bisa mempercepat perjalanannya dari Tangerang menuju Bogor karena tidak akan kena macet. Seharusnya…………

Tapi…… Kenyataannya…… TIDAK!

Perjalanannya tersendat! Jam 6.20 dia baru tiba di Stasiun Duri. Setelahnya, dia berharap bisa langsung naik kereta tujuan akhir Stasiun Bogor. Tapi, sialnya dia tidak dapat kereta yang langsung menuju Bogor, tapi cuma sampai Depok saja. Menurut petugas loket, kalau pagi belum ada kereta yang langsung menuju Bogor, adanya baru sampai Tanjung Barat. Jadinya, dia memutuskan untuk naik kereta tujuan Stasiun Depok, baru lanjut kereta tujuan Stasiun Bogor.

Sebagai orang yang kurang paham rute commuter line Jabodetabek, saya cuma bisa komentar, “Bukannya dari Tanjung Barat banyak kereta jurusan Bogor ya?”

-_____-

Saya bingung.

Yang membuat saya gemes, Diah baru sampai di Stasiun Depok jam tujuh lewat tiga puluh tiga menit! Dua puluh dua menit waktu yang tersisa, apakah cukup membawanya tiba di gerbong kereta Pangrango tepat waktu??? Sedangkan dari Stasiun Bogor, dia masih harus berjalan kaki menuju Stasiun Bogor Paledang. Yampun! Mepet banget Diah… Diah…

Tetiba petugas kereta sudah meniupkan peluitnya! Tanda kalau kereta sudah akan berangkat! Diah pasti langsung lemes dengar kabar itu dari saya 😦

Di menit-menit terakhir inilah Diah hanya bisa pasrah. Seandainya kereta Pangrango berangkat dari Stasiun Bogor, mungkin dia masih bisa mengejar kemepetannya itu. Tapi kan………… Keretanya berangkat dari Stasiun Β Bogor Paledang. Mana dia belum cetak tiketnya pula!

DIAAAHHH……… Dadah babay Diah………

T_T

aksesoris kamera

Akhirnya kami bertiga berangkat lebih dulu menuju Sukabumi. Diah sempat galau, mau pulang saja ke Tangerang, atau meneruskan perjalanan. Saya kaget dong, sudah sampai Bogor dan mau balik gitu aja ke Tangerang???

“Jangan balik lah Yah… Ntar kamu nyesel dan nyesek lho kalo nggak jadi ikut kita…”

“Udah, kamu naik kereta yang siang aja ke Sukabumi. Jam 13.25 jadwal keretanya. Sambil nunggu, kamu bisa main-main dulu di Kebun Raya Bogor, atau Taman Topi. Yang penting jangan balik!”

Bla bla bla…… Saya dan teman-teman di grup wasap kompak ngompor-ngomporin Diah supaya tetap berjuang agar bisa menyusul kami ke Sukabumi.

Dan akhirnya……… Dengan segala perjuangannya, Diah tetap nyusul kami dong ke Sukabumi, tapi dia memutuskan untuk naik angkot mirip elf jurusan Bogor-Sukabumi saja. Daripada harus nunggu kereta siang jam 13.25, kelamaan nunggunya, begitu pikirnya. Yeay! Diah hebat!

Diah yang sedang berbahagia :D
Diah yang sedang berbahagia πŸ˜€

Kisah Diah yang gagal naik kereta Pangrango ini bisa teman-teman ambil hikmah dan pembelajarannya ya. Hihihi. Pertama, estimasi waktu itu penting agar tidak terlambat jadwal kereta atau juga pesawat. Kedua, seandainya kalian mau ke Sukabumi naik kereta namun terpaksa harus ketinggalan kereta seperti Diah, kalian bisa langsung menuju terminal Bogor dan naik mobil angkot mirip elf yang menuju Sukabumi. Jika jalanan lancar, waktu tempuhnya tidak jauh beda dengan kereta kok. Ongkosnya juga murah, seharga Rp20.000 saja.

Nah, Diah…… Makasih ya sudah membuat kami ketar-ketir dan gemessss. Pokoknya besok lagi jangan diulangi ya Nak! Bikin gregetan aja sih kamu!

Fuh!!! πŸ˜€

Advertisements

4 thoughts on “Gagal Naik Kereta Pangrango”

  1. Halo Admin / Blogger πŸ™‚
    Saya sangat suka dengan postingan foto-fotonya πŸ™‚
    Perkenalkan, saya Dewi dari tim kumpulbagi. saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi foto-foto,video,menggunakan disk online yang lain dengan tujuan berbagi informasi ? πŸ™‚
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini http://www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.
    Anda bisa dengan bebas mengupload foto-foto,video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis πŸ™‚
    Terima kasih.
    Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s