Hampir Tersesat ke Danau Situgunung


Belum ke Situgunung kalau kamu belum ke danaunya. Karena memang danau di sinilah yang menjadi obyek wisata utama kawasan ini. Awalnya Diah berencana pulang dengan kereta jam lima pagi karena dia kehabisan kereta Siliwangi jam 9.55. Ya langsung saya larang lah.

“Kalo kamu pulang jam segitu, nanti kamu nggak akan bisa lihat suasana pagi Situgunung lho!” ujar saya.

Diah di ujung sana cuma iya-iya saja. Hehehe.

Karena sudah kelelahan selepas perjalanan panjang ke Curug Sawer, saya pun mengajak Fandi tidur cepat, biar kondisi badan fresh lagi. Kami berencana untuk trekking ke danau keesokan paginya, pagi-pagi sebelum subuh, supaya jam delapan teng kami sudah bisa meluncur pulang. Sebelum pergi tidur, saya dan Fandi packing dulu, apa-apa yang mau dibawa ke danau esok pagi. Jadi, begitu bangun, kami sudah bisa langsung berangkat.

“Besok berangkat jam setengah lima ya!” teriak saya ke Diah dan Mba Gendis yang juga sudah bersiap tidur.

Nah, kalau menurut aak penjaga pos, lokasi danau yang berjarak 1 KM dari pintu masuk itu bisa ditempuh dengan hanya lima belas menit berjalan kaki. Jauh lebih dekat dibanding kalau kita trekking ke Curug Sawer. Kami pun gembira, jadi kami tidak perlu berlelah-lelah untuk sampai ke danau. Saking gembiranya, kami sampai lupa kalau berjalan kaki di pagi-pagi buta itu tentu butuh senter untuk menerangi langkah kaki kami. Headlamp saya masih bisa nyala sih, cuma baterenya lupa diganti. Jadi cahaya yang dipancarkan sendu remang gimana gitu…

-______-

“Yaudah pakai senter dari hape aja deh,” saya menyarankan. Untung saja hape Fandi sudah full charged, bisa dimanfaatkan untuk senter darurat.

xiaomi

Kira-kira berjalan sekitar dua ratus meter…… Jengjeng…… Kami tiba-tiba dihadapkan oleh sebuah persimpangan! Lhooo… Aak penjaga pos kemarin bilangnya tinggal jalan lurus aja? Kok ini tetiba ada pilihan jalan ke kanan dan ke kiri? Kami harus ambil jalan ke mana?

Kami pun seketika bimbang! T_T

Suasana masih teramat gelap. Lampu jalan yang hanya satu dan lampu dari sebuah bangunan rumah yang berada tepat di antara ke dua pilihan jalan-lah yang saat ini bisa menyinari kami dengan terang. Tidak ada orang yang bisa kami tanyai. Kalau mau kembali ke pos penjaga untuk bertanya dan sekalian solat subuh karena ternyata tak lama adzan sudah berkumandang, sebenarnya saya mau-mau saja. Tapi Diah dan Mba Gendis sepertinya lebih berminat melanjutkan perjalanan, walaupun mereka sendiri masih ragu ambil jalan yang mana.

Diah menebak jalan menurun di sebelah kiri lah yang benar.

Tapi pas saya tanya, “Bener nih yang kiri?” Dia tetiba ragu lagi. Kan nyebelin.

Akhirnya, setelah lumayan lama terhenti di titik itu, kami bersepakat untuk ambil jalan datar di sebelah kanan. Kami berkeyakinan, kanan lebih baik dari pada kiri. Bismillah.

Sepuluh meter dua puluh meter…… Masih aman.

Sekitar tiga puluh meter berikutnya… Mendadak ada persimpangan lagi. Yang ini lumayan tidak membingungkan, karena arah jalan yang ke kiri adalah arah jalan ke kawasan Tanakita Camp Site. Jadi, dengan tanpa ragu pun kami akhirnya ambil jalan yang ke kanan. Eh tapi kami sempat lho melongok sebentar ke pintu gerbang Tanakita yang saat itu masih digembok. Mungkin kami penasaran, sebagus apa camping site ini. Mba Gendis malah sempat berteriak, “Anybody home??!!” Gitu coba…

Kebiasaannya belum berubah -______-

Papan penunjuk jalannya tak terlihat ketika gelap...
Papan penunjuk jalannya tak terlihat ketika gelap…

Lalu…… Berjalanlah kami meneruskan lagi trekking mendebarkan ini. Kami cuma berharap jalan yang sudah kami tempuh ini tidak salah! Karena kalau sampai salah, matilah kami sudah kehilangan cukup banyak waktu.

Dan kemudian, untuk ketiga kalinya… Ada persimpangan lagi coba? OH-EM-GI… Aak penjaga pos mah gitu, masa kami kemarin nggak dikasih tahu kalau ada tikungan-tikungan jalan kayak gini???

Fuh!

Saat kami amati, tikungan yang ke arah kiri, jalannya sepertinya menyempit. Kalau yang ke kanan, jalannya lebih lebar dan tersambung dengan jalan sebelumnya.

“Berarti ambil kanan lagi nih kita,” Kami sepakat ambil jalan yang kanan (lagi).

Saya pikir trekking ke danau akan lebih gampang. Saya pikir akan ada lampu penerang kecil sepanjang jalan. Saya pikir jalurnya lempeng-lempeng aja. Ternyata…

TIDAK. Hiks.

-______-

Tetiba dari kejauhan lamat-lamat terdengar suara deru motor mendekat ke arah kami. Tak berapa lama, sorot lampu motor pun mulai terlihat dari kejauhan. Waaah kami senang bukan main! Akhirnya kami menemui manusia lain di jalur ini yang bisa kami tanyai. Hihiy… Ketika motor sudah hampir dekat dengan kami, kami pun sengaja menyetopnya, dan langsung bertanya, “Bapak ini bener jalan ke arah danau kan Pak?”

Si bapak pengendara motor mungkin merasa bingung dan terkejut tetiba dihadang oleh makhluk-makhluk seperti kami di tengah kegelapan seperti ini. Kami sendiri lega, motor yang melaju ini ada pengendaranya. Kalau nggak ada kan… Serem… Hehehe…

Seketika itu juga si bapak pengendara motor menjawab, “Bener neng bener… Tinggal ngikutin jalan aja kok. Udah dekat juga danaunya.”

ALHAMDULILLAAAAAAH…… Lega selega-leganyaaaaaa kami tidak salah ambil jalan… 😀

Dan benar ih, jalan sedikit kemudian, kami pun sudah sampai di kawasan danaunya. Hahaha. Ternyata memang dekat. Gegara tiga tikungan tadi itu saja jadinya kesannya seperti jauh! Huhuhu.

Sebelum kembali, jangan lupa difoto dulu :D
Sebelum kembali, jangan lupa difoto dulu 😀

Kami memang sampai di danau Situgunung dengan sehat selamat sentosa. Tapi, hampir tersesatnya kami di perjalanan kemari itulah yang mungkin bisa dijadikan pengalaman teman-teman yang mau ke sini. Pertama, kalau mau trekking pagi-pagi buta, jangan lupa bawa senter atau headlamp yang baterenya masih fresh. Kedua, ambil jalan ke kanan ketika kalian bertemu dengan persimpangan jalan. Ketiga, jangan lupa berdoa.

Sekian, dan selamat trekking ke danau Situgunung! 😀

Advertisements

One thought on “Hampir Tersesat ke Danau Situgunung”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s