Danau yang Geulis Pisan


Selepas menunaikan solat subuh yang sedikit agak terlambat karena hampir tersesat, kami bergegas menuju tepian danau Situgunung agar bisa melihatnya lebih dekat. Ini dia danau yang selalu terlihat cantik ketika saya searching infonya melalui simbah Google. Meskipun kata Nanda danau ini terbilang biasa saja, namun tidak menurut saya. Danau Situgunung ini, cantik!

Di dekat pintu masuk, ada beberapa warung penjaja makanan yang nampak masih sepi, mereka rupanya masih baru akan membuka warung mereka. Wajarlah, kan masih pagi. Beberapa rombongan pengunjung sudah mulai ramai memadati area sekitar danau. Rupanya banyak juga yang berburu udara pagi di danau Situgunung. Kirain cuma kami berempat saja, pikir saya. Mengingat jatah waktu kami tidak begitu banyak, kami lantas bersiap mengeksplor sebanyak mungkin sisi danau untuk kami foto.

Tepian danau yang berdekatan dengan pintu masuk dirapikan dengan semen. Mungkin tujuannya agar terlihat lebih rapi, sehingga tidak ditumbuhi oleh rumput atau tanaman liar lainnya. Tapi kok menurut saya, hal itu justru menjadikan danau terlihat tidak alami ya? Awalnya bayangan saya adalah Situgunung akan nampak seperti Ranukumbolo, di mana pengunjung bisa bermain di tepiannya dan menyentuh air danaunya. Ternyata di Situgunung tidak begitu karena tepiannya sudah disemen. Pengunjung hanya sekedar bisa duduk-duduk di tepiannya saja.

komputer

Menikmati Situgunung di pagi hari seperti ini memang pilihan tepat. Kami disuguhi gerombolan kabut di permukaan danau yang nampak dari kejauhan. Memang hanya kabut tipis, tapi ya lumayan lah, membuat tambah cantik pemandangan pagi ini. Ada perahu kayu yang katanya bisa membawa pengunjung berkeliling danau. Tapi kok aak pendayung perahunya belum nampak? Jadilah saya hanya berjalan dari ujung ke ujung untuk mengambil foto dengan angle yang berbeda-beda sesuai tips yang saya baca di sebuah majalah fotografi.

Sedikit saja kabut yang muncul :D
Sedikit saja kabut yang muncul 😀

Fandi kebetulan melihat ada satu dua orang yang berdiri di salah satu tepian danau di sebelah timur. Bukan tempat yang lazim dikunjungi banyak orang sepertinya, karena mereka berada agak jauh dari pintu masuk danau. Penasaran dengan keberadaan mereka, kami akhirnya mengajak serta Diah dan Mba Gendis untuk menuju ke titik itu. Berbekal feeling, saya melangkah paling depan dan menyusuri setapak menuju ke arah mushola terlebih dahulu. Sesampainya di mushola, ada sebuah gang sempit di samping kamar mandi. Hanya gang itulah satu-satunya setapak yang bisa dilewati. Kami pun melanjutkan melipir di gang sempit itu yang kemudian ada sebuah tanjakan yang ternyata menghubungkan dengan jalan utama. Owh… Jadi gang sempit itu semacam jalan pintas ternyata. Kami terus melangkah ke timur, sampai akhirnya kami menemukan sebuah tikungan ke kiri. Nah! Ketemu! Rupanya di sinilah bangunan penginapan berada. Dua orang yang kami lihat dari kejauhan tadi ternyata bagian dari tim foto prewedding sepasang kekasih. Ih so sweet… Jadi keinget deh momen foto prewedding kami di Papandayan tahun lalu. Hihihi.

Kalau ini foto maternity kami yang rada nggak jelas gitu deh :D
Kalau ini foto maternity kami yang rada nggak jelas gitu deh 😀

Tidak banyak yang menarik di lokasi ini. Hanya saja tempat ini sangat sepi, banyak pepohonan rindang, dan ada sisa-sisa bangunan jembatan tua yang sudah rimbun ditimbuhi rumput-rumput liar. Ini dia jembatan yang sempat saya lihat fotonya di majalah fotografi tempo hari. Bedanya, kalau foto di majalah, sisa bangunan jembatan masih digenangi air danau. Sedangkan yang sekarang saya lihat, hanya rimbun dengan rumput-rumput hijau saja.

Ada yang bilang ini adalah akar langit
Ada yang bilang ini adalah akar langit

Kalau bangunan penginapannya sendiri sudah nampak agak tua dan sedikit tidak terawat. Malah sepertinya terkesan seperti sudah tidak layak untuk ditempati. Tapi tim foto prewedding tadi menginapnya di penginapan itu sih. Mungkin hanya beberapa bangunan saja kali ya yang masih bisa dipakai.

Nah, kesimpulannya Situgunung adalah danau yang geulis ya. Apalagi kalau kita pandai meng-capture-nya dari sudut yang pas. Ih tambah cantik deh pasti danaunya. Selain itu lokasi sekitar danau juga teramat bersih, sejuk, dan adem karena dari ujung ke ujung cuma ada pohon. Kalian bisa puas menghirup udara tanpa polusi di sini.

Cantik kan danaunya?
Cantik kan danaunya?

Berencana ke Situgunung kapan kalian? Kami sudah lho… 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s