Bawa Launa ke Cimory Riverside


Welcome back travelingneverdies!

Aih, serasa mati suri untuk kesekian kalinya deh ini blog. Beberapa kali harus tercampakan lantaran urusan lain yang juga tidak kalah penting. Mungkin next time blog ini harus imunisasi campak kali ya, biar nggak saya campakan lagi. Loh?

Lalu, ada kisah baru apa nih dari kami? Nggak ada yang spesial banget sebetulnya, karena kemarin kaki-kaki kami cuma berhenti di tetangga dekat rumah. Time and money-nya baru bisa kesampaian kesana sih, jadi tetap disyukuri ya. Harus!

Sebutlah Bogor, kota pilihan yang banyak kami gunakan untuk menghabiskan masa senggang di akhir pekan. Menuju Bogor dari kota metropolitan sangatlah mudah, pilihan moda transportasinya beragam. Mulai dari bus, commuter line, dan motor atau mobil pribadi. Di antara kesemuanya, commuter line adalah favorit kami. Saat weekend, penumpangnya tidak bejubel layaknya hari kerja. Fiuh, ampun deh naik commuter pas weekday. Serasa ikan pepes! 😦 Jempolan pokoknya bagi para pekerja yang berangkat pulang naik commuter line.

Launa pun nampak menikmati jalan-jalan naik commuter line. Emaknya apalagi. Pasti dapet kursi kalau seandainya seat sedang penuh. Secara saya kan gendong Launa, pasti diprioritaskan untuk bisa duduk. Hehehe. Tapi, saking menikmatinya, Launa jadi nggak bisa anteng. Gerak mulu. Minta berdiri lihat ke jendela lah, minta duduk sendiri di bangku lah, minta tengkurep lah. Hadeuh, lama-lama pegel emaknya. Hahaha.

Cimory 1
Bergelantungan, minta duduk sendiri, sandaran lihat ke jendela

 

Tiba di Bogor, kami sewa Uber Taxi. Lucunya, lagi-lagi kami dapat supir seorang perempuan. Dulu waktu pergi ke Harco, dapat supir ibu-ibu. Nah yang kemarin dapat supir cewek, cantik, masih muda, berkerudung, dan singel (sepertinya). Dari penelusuran Fandi, ternyata mbak Uber seorang agen properti freelance. Bergabung di Uber Taxi baru sekitar enam bulan. Mobil yang dia pakai mobil pribadi lho bukan mobil rental. Terus, kenapa jadi nyeritain mbak Uber ya? Eh tapi, mbak Uber ini ramah deh, baik hati dan rela menolong. Buktinya dia nawarin untuk nungguin kami di Cimory. Lha apa nanti mbak-nya nggak bete? Setelah beberapa kali menawarkan diri, akhirnya secara halus kami tetap menolak tawaran tulus mbak Uber. Kasihan, kami nggak tega. Masa cewek secantik dia harus berjam-jam nungguin kami makan, minum, foto, haha-hihi, solat, belanja? Kami kan tidak sejahat itu.

Sampai di Cimory, emak Launa kayanya yang paling bahagia. Pasalnya, beberapa kali kemari, saya belum kesampaian turun ke pinggiran kali yang hits banget fotonya itu lho di medsos-medsos. Hahaha. Sebelumnya, saya kesini pas udah malam. Kedua, saya kesini pas hujan turun dengan lebatnya. Sedih kan? T_T

Yang nggak kalah gembira tentu saja Launa. Hari itu adalah pertama kalinya dia duduk di high chair! Mas waiter dengan sigap menawarkan kami high chair. Emak Launa kebetulan nggak ngeh kalau di resto sekelas Cimory pastilah ada high chair. Nggak kepikiran blas juga untuk minta high chair. Ndeso ih saya. Begitu Launa saya dudukkan di high chair… Idih, masa dia kegirangan gitu. Kakinya yang menggantung digerak-gerakin terus sambil teriak-teriak, ngoceh, ngemut-ngemut sedotan, pegang-pegang buku menu. Ini mah anak sama emak sama-sama ndesonya. Hahaha.

Cimory 2
Tingkah ndesonya Launa

Tibalah masa ketika kami akhirnya turun ke tepian sungai. Pemandangannya memang yahud banget. Ini nih yang mereka jual, yang membuat Cimory Riverside tak pernah sepi pengunjung, bahkan di weekday sekalipun. Tidak hanya Cimory Riverside, Cimory Mountain View dan Cimory on the Valley pun pasti sama, selalu ramai pengunjung. Keren ih pelopornya, mantap banget bisnisnya. Hehehe.

Cimory 3
Cimory Riverside

Alhamdulillah, selama perjalanan berangkat dan pulang tidak turun hujan. Kami puas bisa foto sana foto sini, kami bisa bebas dari basah-basahan. Serunya lagi, pulang dari Cimory menuju Stasiun Bogor, kami naik angkot! Secara Uber Taxi pasti jarang ada di daerah sekitar Cimory. Itulah mengapa mbak Uber tadi menawarkan diri untuk nungguin kami, karena dia teramat peduli gimana kami balik ke Stasiun Bogor. Duh mbak, berhati malaikat banget sih kamu.

Tidak perlu jauh untuk jalan-jalan, tidak perlu mahal untuk senang-senang, tidak perlu harus pakai kendaraan pribadi untuk refreshing. Dengan niat murni untuk piknik, sedekat apapun tempatnya, semurah apapun budgetnya, naik kendaraan umum apapun, semua akan terasa nikmat alias ENJOYABLE. Percaya deh! 🙂

Cimory 4
Salam piknik!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s