TN Baluran, Bukan Lagi Sekedar Rencana


“Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.” – Ibn Battuta

Iya, rencana ke Baluran memang sudah ada sejak lama. Tapi, tertahan ketika saya akhirnya dinyatakan positif hamil. Nggak mungkin kan lagi hamil muda tapi teteup nekat traveling ke sana? Walaupun saya kadang nekat, seperti cerita di sini,  tapi nekatnya saya mah selalu pakai perhitungan dan perasaan. Nggak asal nekat-nekat ajah. Hehehe.

Berhubung Launa belum pernah naik pesawat dan demi menghemat waktu tempuh antara CGK-SUB meskipun jadinya tidak menghemat ongkos karena kami nggak dapat harga promo, kami pun memulai trip ini dengan motor mabur. Ada lah cerita tersendiri tentang pertama kalinya naik pesawat bertiga. Ya rempong, ya ribet, ya beruntung. Next, saya mungkin, jika sempat, akan curhat di post terpisah ya. Ingetin saya ya kalau saya lupa.

Sampai di Juanda sekitar jam 11.45 malam, dengan mobil sewaan, kami meluncur ke Pasar Turi untuk jemput ibu mertua dan adik ipar. Baru setelahnya, perjalanan langsung lanjut ke Baluran. Perjalanan jauh di malam hari membuat kami semua tepar di mobil. Lumayan ayem, karena dengan begitu nggak perlu riweuh jagain Launa yang pasti nggak bisa anteng kalau matanya lagi melek. Selama perjalanan dari Jakarta, alhamdulillah dia nggak rewel. Yippi banget lah pokoknya.

Melek di baby room bandara Juanda
Melek di baby room bandara Juanda

Nah, singkat cerita aja ya, kami sudah sampai Baluran sekitar jam 08.30 pagi waktu setempat. Suasana sekeliling pintu masuk kawasan taman nasional, syepi pake banget. Hanya ada beberapa pengunjung yang kami temui. Padahal long weekend, tapi di luar dugaan, nggak rame sama sekali. Apa karena musin penghujan ya? Makanya jadi sepi. Secara kalau musim penghujan kan Baluran cenderung hijau. Kurang dapet feel Africa van Java-nya.

Welcome to Baluran
Welcome to Baluran

Tanya: “Lha terus, udah tahu musim hujan kenapa kalian teteup datang ke Baluran?”

Jawab: “Entah, yang pasti sih karena kami udah BUTUH PIKNIK banget, karena lagi libur panjang, karena pas kebetulan udah ada dana untuk piknik. Jadi ya, kami teteup datang ke mari. As simple as that. Wkwkwk.”

Tapi memang lho, view di Savana Bekol itu cantik! Saya aja sampai ternganga takjub sejak dari perjalanan dari pos tiket masuk yang alamak lamanya karena jalanannya gronjal-gronjal. Ada gunung Baluran di sebelah barat, savana Bekol di sebelah timur, ada beberapa pohon yang tumbuh di savana, ada kepala-kepala kerbau yang dipajang di dekat tempat parkir, ada kerbau lagi berkubang, ada monyet liar menghadang kami pas mau balik ke mobil. Wih cakep kan?

Savana Bekol dan gunung Baluran
Savana Bekol dan gunung Baluran
Nggak afdol kalau belum foto di sini
Nggak afdol kalau belum foto di sini

Ketika sudah sampai di Pantai Bama pun sama ternganganya saya. Ternganga karena panasnya terik banget membakar kulit. Cantik dan agak lumayan bersih sih pantainya. Tapi, mungkin karena kami datang di siang bolong yang lebih pas untuk bobok siang, akhirnya kami, atau tepatnya saya pribadi, kurang begitu menikmati Pantai Bama ini. Mana sambil gendong Launa pula yang lagi merem angler. Tambah berkeringatlah saya ini. Hiks.

Nggak suka pantai karena panasnya nyengat banget :(
Nggak suka pantai karena panasnya nyengat banget 😦

Di Baluran, wisatawan bisa menginap lho. Ada fasilitas penginapan yang disediakan tidak gratis di sini. Untuk rate-nya berapa, silakan googling sendiri ya. Saya kurang tahu pasti. Yang jelas, kalau bisa menginap semalam di sini, kalian bisa melihat sunrise di Bama atau melihat kegiatan malam para hewan di Bekol. Asyik ya?

So far, Baluran oke. Tapi kurang oke karena nggak banyak ketemu sama hewan-hewan di sini. Huhuhu. Salah siapa?

Untung ada pohon rindang, jadi bisa berteduh
Untung ada pohon rindang, jadi bisa berteduh

Jadi, sangat disarankan datang kemari pas musim kemarau ya teman-teman. Saat musim kemarau, persediaan air di tengah hutan sudah habis. Makanya, hewan-hewan pada keluar cari air di luar hutan. Saat itulah, teman-teman bisa berjumpa dengan mereka. Hokei?

Advertisements

One thought on “TN Baluran, Bukan Lagi Sekedar Rencana”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s