Camping Ceria Ala-ala Kita


Namanya juga camping ceria, jadi persiapannya nggak seribet seperti orang mau naik gunung atau naik pelaminan. Kalau bukan karena Fandi kasih lihat foto orang lagi di dalam tenda, saya mungkin nggak akan tetiba punya rencana untuk camping di camp ground Mandalawangi, Cibodas. Intinya camping ini serba dadakan! Tapi.. SUKSES BESAR! Yeay!

SUKSES BESAR? Yang bener?

Sedihnya, Mbak Sinta batal join. Padahal sebenarnya dia berminat ikut banget. Saya sih yang pengen dia ikut. Biar bisa ngajarin saya potret bintang. Tapi, karena udah terlalu sore, dia membatalkan untuk nyusul kami. Yang paling sedih tentu saja Mbak Ratih. Dia jadi bobok sendirian di tenda. Padahal tendanya segede gambreng, bisa muat 3-4 orang. Udah nggak ada yang dipeluk, nggak ada yang nemenin bobok di tenda pula. Dobel-dobel deh ya Mbak cedihnya. Hiks.

1466193794964
Ada yang mau menemani?

Supaya nuansa camping-nya dapet, kemarin kami masak-masak beneran. Bagi yang nggak punya peralatan masak seperti kami, bisa kok sewa. Di sekitar area camp ground banyak terdapat tempat penyewaan peralatan camping, dari mulai tenda, kompor, nesting, lampu/senter, sleeping bag, dan lain-lain. Saran saya sih cari tempat sewa-nya di luar pengelola camp ground. Saya nebak harga sewa-nya bisa lebih murce dibanding harga sewa di pihak pengelola. Ini tebakan saya aja lho ya. Kenyataan sebenarnya di lapangan, saya sendiri tidak bisa memastikan. Hahaha.

Mandalawangi_1
Price list dan peta wisata

Yang menarik dari camp ground Mandalawangi adalah kondisi geografisnya asik banget! Semua lengkap dari mulai sungai, danau, air terjun, hutan pinus, rerumputan, area ground yang sangat luas, dan WARUNG! Hihihi. Ini penting, karena kami kan camping ceria ya, jadi seandainya kepepet kehabisan logistik, kami bisa langsung melipir ke warung terdekat. Pemilihan lokasi tenda kami aja sengaja yang dekat dengan warung. Dan keputusan itu tepat! Karena saat kami mau masak soup instant untuk sarapan, tetiba gas hi-cook-nya habis. Jadilah kami numpang masak sebentar di ibu pemilik warung, sekalian ngupi-ngupi, nyemal-nyemil jajanan di situ, dan nge-charge hape. Hehehe.

Mandalawangi_2
Rumah Korea?
Mandalawangi_3
Danau Mandalawangi

Udara di lokasi camp saat masih siang terbilang sejuk-sejuk segar, tidak begitu dingin. Tanpa jaket pun masih aman. Jadi, saya menyimpulkan kalau malam hari pun udara di sana tidak akan terlalu dingin. Saya sudah pede banget nggak bawa kaos kaki, kaos tangan, dan jaket tebal. Sleeping bag juga cuma bawa satu, padahal ada Launa. Saat ada bapak-bapak keliling area camp menjual kaos tangan, kaos kaki, dan topi kupluk, saya cuma membatin, “Ah nggak begitu dingin kok nanti malam. Nggak perlu lah pakai begituan.”

Mbak Ratih pun sama, dia nggak sewa sleeping bag. Padahal pihak penyewa sempat menawarkan sewa sleeping bag juga atau tidak. Mungkin dia sepemikiran dengan saya, tidak akan terlalu dingin saat malam nanti.

Iya, pemikiran kami.

Padahal, kenyataannya…

PEMIKIRAN KAMI SALAH!!

Iya, kami salah punya pemikiran seperti itu! Hiks! Sepanjang malam itu sepertinya jadi malam terdingin untuk kami (termasuk Fandi). Kami sama sekali nggak bisa tidur nyenyak saking dinginnya. Ujung-ujung kaki berasa kaya es batu. Ujung-ujung jari tangan menggigil nggak karuan. Saya dan Fandi masih beruntung bisa saling berbagi kehangatan. Nah kalau Mbak Ratih? Jadikah dia memeluk pohon untuk mengusir rasa dingin?

Herannya, tapi alkhamdulillah banget, Launa sama sekali anteng dan nyenyak lho boboknya. Emang sih saya pakaikan dia baju dan celana berlapis, jaket tebal, dan kaos kaki. Persis saat Launa mau trekking ke kawah Ijen. Tapi, bobok hanya beralaskan matras, sleeping bag, dan tanpa bantal, bisa membuatnya tetep bobok cantik itu rasanya ruaarrr biasah! Dua belas jam, total durasi bobok Launa. Gimana saya nggak happy plus terheran-heran.

Mandalawangi_4
Ada siapa di luar?

Kesimpulannya, bisa kan menyimpulkan sendiri? Hehehe. Jangan songong kaya saya ya. Mentang-mentang judulnya camping ceria, persiapan jadi kurang lengkap. Mungkin karena dulu saat camping di Situgunung, udara di sana tidak terlalu dingin. Jadilah saya berpikir udara di Cibodas juga sama halnya dengan di Situgunung.

Kalau sudah begini, masih bisa bilang camping ceria ala-ala kita-nya SUKSES BESAR, Ntan? Hihihi.

Mandalawangi_5
Berangkat dan pulang

Intinya, saya sangat merekomendasikan lokasi ini untuk latihan mengenal alam pada anak-anak usia dini. Nuansanya sangat support untuk wisata alam dan adrenalin.Β Anak-anak yang sejak dini sudah sering dikenalkan pada alam, biasanya cenderung lebih kreatif dan aktif. Lebih sehat juga pastinya. Aduh, saya sok tahu banget ye? Hahaha.

Salam Piknik.

Advertisements

One thought on “Camping Ceria Ala-ala Kita”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s