Ketika Launa Ikut Open Trip


Well, tidak semua pejalan nyaman dengan open trip. Belum pernah meneliti sih alasannya kenapa. Tapi pasti ada lah sebagian orang yang lebih nyaman dengan private trip, sehingga cenderung menghindari open trip. Kalau saya pribadi, sejak kecanduan virus jalan-jalan, justru lebih banyak ikutan trip dengan sistem open atau sharing. Entah, rasanya lebih menantang saja. Bayangkan, saya akan bertemu dengan orang-orang baru, yang asal muasalnya bisa dari mana saja, yang punya kepribadian gimana saja, yang pada akhirnya nanti akan jadi keluarga baru saya selama trip dan selepas trip selesai. Bagi saya, poin itu menarik.

Sempu 1
Kali pertama ikut open trip

Kemudian, ketika saya sudah punya Launa, open trip tentu menjadi hal yang jarang untuk kami bertiga. Kami lebih sering traveling dengan self arrangement, jalan-jalannya ya sama orang-orang yang dikenal, seperti orang tua atau saudara. Mengingat usia Launa masih tergolong bayi, dimana bayi pasti sering rewel, nangis, atau teriak-teriak, saya tidak berpikiran sama sekali untuk ikut-ikut open trip. Pasti ribetnya, dan belum tentu peserta trip lain akan nyaman dengan keberadaan seorang bayi di tengah-tengah trip mereka.

Kereta 1
From Jakarta to Semarang

Namun, Launa kian hari kan kian besar ya. Makin lama tentulah dia makin pintar. Apalagi Launa sudah lumayan sering diajak traveling ala-ala backpacker. Saya yakin dia makin paham saat-saat dimana dia akan kami ajak jalan-jalan. Artinya, saat itu adalah saat dimana dia harus senang, enjoy, bahagia, tertawa, dan semangat. Berangkat dari keyakinan tersebut, saya akhirnya berani mengikutsertakan dia dalam sebuah open trip, yang sebenarnya sama sekali tidak ada dalam rencana jalan-jalan kami di tahun ini.

Mungkin saya-nya yang terlalu antusias, ambisius, atau egois, dengan keputusan ikut trip ke Karimunjawa untuk nobar hujan meteor dan belajar potret milky way bareng teman-teman komunitas Jejak Langit. Saya emang begitu sih orangnya, asal udah niat dan pengen ke suatu tempat, pasti bakal diusahakan dan dibelain mati-matian gimana cara supaya bisa kesana. Hehehe. Tapi, sekali lagi, saya tidak pernah ambil keputusan tanpa pertimbangan ya. Termasuk pertimbangan untuk ajak Launa ikut trip kali ini. Semua sudah predictable. Saya yakin Launa akan senang di ajak main ke pantai.

Karena open trip, saya tidak perlu rempong dengan aktivitas menyusun itinerary, booking homestay, pesan tiket kapal, dan apalah-apalah yang lain. Lebih santai tentunya. Tapi karena begitu, saya jadi kurang perhatian dengan itinerary yang sudah di-share oleh panitia. Saya sempat syok mengetahui info kalau kami akan berada di atas kapal penyeberangan selama lima jam! Kalau cuma saya dan Fandi aja sih it’s oke ya. Lha tapi ini kan saya bawa Launa. Apa nggak garing nanti ya si Launa lima jam di atas kapal? Mana nyebrangnya pas pagi-pagi, it’s means itu bukan jam tidur Launa.

Awalnya saya pengen bawa mainan Launa. Tapi, dengan membawa mainan Launa, akan semakin menambah banyak barang bawaan kami. Padahal pengennya bawa mainan biar bisa jadi penghilang kegaringan di atas kapal. Karena tidak jadi bawa mainan, Launa pun asik bermain dengan segala benda di dekatnya. Dari mulai sedotan, gelas minuman, plastik, tisu, sampai sandal penumpang lain yang duduk di depan kami. Iya, Launa nggak bisa diam. Dia bertingkah seperti bukan berada di atas kapal. Tidak mabok laut, tidak rewel karena mual, tidak nangis. Dia hanya sempat bosan, karena tidak leluasa bergerak. Saya ajak dia jalan-jalan keliling kapal dan ke atas kapal, lalu dia girang lagi. Iya, that’s my baby!

Kapal 1
Di atas kapal ke Karimunjawa

Trip selama tiga hari dua malam pun, dia sangat enjoy. Dia enjoy bobok di homestay yang cuma ada kipas angin padahal panasnya Karimunjawa saat itu serasa melebihi panasnya ibukota. Dia semangat merangkak keluar kamar dan sesekali menyapa om tante peserta trip. Dia happy dibawa keliling pulau naik perahu otok-otok. Dia gembira melihat ayahnya lagi snorkeling, sampai-sampai terus menerus teriak panggil-panggil “Ayaaah.. Ayaaah..”. Dia senang bermain air di pantai Tanjung Gelam dan Batu Topeng. Dia antusias saat diajak bermain pasir yang putih dan lembut. Dia tidak rewel saat matahari siang yang menyengat mulai membuat kulitnya gosong kecoklatan. Di perahu, dia langsung bobok pules setelah lelah main air. She was really enjoy the trip!

This slideshow requires JavaScript.

Alkhamdulillah, peserta trip yang lain juga welcome terhadap Launa. Mereka tidak mempermasalahkan keberadaan si bayi yang jadi peserta termuda saat itu. Beruntung pula, ada peserta yang juga bawa serta anaknya yang beumur enam tahun. Jadi, bisa buat teman bermain Launa. Nazneen namanya. Naz malah sempat sedikit demam dan batuk. Tapi, sama seperti Launa, Naz tidak sekalipun rewel meski badan terasa kurang fit. Ah, kalian ini, benar-benar anak-anak hebat!

Pantai 1
Explored the beach with Kak Nazneen
Pantai 3
Swimming with daddy

Yang paling patut disyukuri adalah ketika di perjalanan kembali ke Jepara naik kapal. Pagi itu angin bertiup lumayan kencang. Cuaca sedikit mendung. Ombak di laut pun jadi besar dan membuat oleng kapal yang kami naiki. Banyak diantara kami dan penumpang lain yang jadi mabok, mual, dan muntah, termasuk Fandi. Anehnya, si kecil Launa adem ayem tentrem aja tuh dengan kondisi kapal oleng tadi. Dia tetap sibuk bermain, dia tidak rewel ataupun nangis, dia tetap mimik susu dan ngemil malkist, dia sama sekali nggak mabok laut. Saya kok takjub ya sama Launa. Bersyukur banget dia bisa anteng, tapi tetep sempat nggak percaya. Padahal ini kali pertamanya dia naik kapal ferry. Blessed moment banget!

Kapal 2
Kelakuan anak wedok kami

Dengan pengalaman trip kemarin, saya jadi semakin bersemangat untuk ajak Launa ikut open trip lagi. Kenapa? Supaya dia lebih banyak berkumpul dengan orang-orang baru, agar dia mudah beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan baru, untuk mengajarkannya tenggang rasa dengan sesama. Hmm, gimana kalau open trip-nya naik gunung? Hehehe. Mudah-mudahan tahun depan bisa berjodoh dengan Papandayan ya nok.

Pantai 4
Special thanks to @jejaklangitcom

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s