Sehari Menginspirasi, Selamanya Memberi Arti


Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Kalimat sederhana sarat makna itulah yang terpatri dalam hati saya sejak lama. Memberi tanpa pamrih, melakukan yang terbaik dan semampu kita untuk orang lain.

Kesempatan itu akhirnya kembali datang. Untuk pertama kalinya sepanjang saya berprofesi sebagai Stay at Home Mom dan mompreuner, saya diamanahi tugas besar untuk mendokumentasikan kegiatan kerelawanan di tanah kelahiran saya. Kelas Inspirasi Cilacap namanya. Pertama kali mengetahui informasi open recruitment relawan inspirator dan dokumentator di KI Cilacap, semangat saya langsung tersulut. Ada perasaan membuncah dalam diri yang berbisik, “Pokoknya saya harus ikut!” Timing ini saya anggap sudah tepat karena, pertama, Launa sudah lepas ASI. Artinya, dia sudah tidak akan bergantung pada saya saat ingin minum susu. Kedua, Launa sudah lebih mandiri. Artinya, tanpa ada saya di sampingnya untuk kurun waktu satu atau dua hari, saya menganggap ia sudah mampu. Dengan begitu, tak ada alasan untuk tidak berangkat, kan?

Berbekal kebulatan tekad dan ijin suami, Kamis sore itu saya berpamitan pada Launa. Dia kecup tangan saya, saya kecup pipi dan dahinya. Kami saling melambaikan tangan ketika saya sudah naik ke motor abang gojek. Ah nak, kamu kok pintar sekali sih? Nggak nangis, nggak rewel. Paham betul bundamu ini ijin pergi untuk sementara waktu.

Di lain tempat, kawan-kawan se-rombongan belajar SD Negeri 01 Ujungalang, tengah ramai mempersiapkan konsep acara dan printilan properti yang akan dieksekusi pada Hari Inspirasi nanti. Opening dan closing acara, pembagian tugas membeli properti, pembuatan desain banner dan name card, serta hal teknis lainnya, kami rundingkan hanya via Whatsapp group dan hanya dalam tempo kurang dari seminggu! Tempo yang sesingkat-singkatnya banget, bukan? Inilah salah satu yang harus kita syukuri dari kemajuan teknologi. Yang tak kenal menjadi kenal, yang jauh terasa dekat.

Untuk sampai di Kampung Laut, lokasi di mana kami akan melaksanakan Hari Inspirasi, kami diharuskan naik perahu compreng selama satu setengah jam dari dermaga Sleko Cilacap. Seumur-umur saya lahir dan hidup di tanah air Cilacap, inilah pertama kalinya saya akan memijakan kaki di bumi Kampung Laut, kecamatan termuda di Kabupaten Cilacap. Rupanya nggak cuma saya aja, banyak teman sesama relawan yang juga baru pertama kalinya naik perahu ke Kampung Laut. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak kurang lebih 50 orang panitia dan relawan menyeberang laguna Segara Anakan siang itu, melewati berpuluh-puluh atau mungkin ratusan hektar hutan mangrove. Terik matahari yang langsung terpantul di wajah saya, makin membuat saya bersemangat untuk tiba di Kampung Laut.

IMG_4235

Beberapa meter sebelum perahu compreng berlabuh di dermaga Kampung Laut, kami disambut oleh sebuah jembatan berwarna kuning, namun terlihat siluetnya saja karena efek backlight. Pak Gatot, seorang senior di rombel SD Negeri 03 Ujungalang, bersemangat sekali memberitahu saya, Kak Lidia, dan Kak Apri perihal jembatan tersebut. Beliau sampai meminta kamera saya untuk mengambil gambarnya. Awalnya saya bergumam sendiri, “Halah, jembatan doang aja, sampai dipotret-potret gitu, Pak.” Namun, kemudian saya tahu kalau jembatan kuning tersebut ternyata merupakan jembatan apung pertama di Indonesia! Wow! Pantas saja Pak Gatot nampak sangat antusias memperkenalkannya kepada kami.

IMG_4225

Sore itu di Kampung Laut, boleh diisi dengan kegiatan bebas. Beberapa relawan ada yang memilih istirahat di ruang kelas SD Negeri 01 dan 03 Ujungalang, ada yang berbersih diri, ada pula yang ngelayab ke dermaga untuk mengabadikan momen sunset. Malam hari, barulah agenda briefing antara panitia dan relawan dilakukan. Termasuk perkenalan Kak Anang, selaku inisiator Kelas Inspirasi Cilacap, selayang pandang tentang KI Cilacap, sharing pengalaman dari Kak Suwanto yang pernah menjadi pengajar muda Indonesia Mengajar di Bima, dan perkenalan panitia serta relawan per rombongan belajar. Energi positif dan semangat menginspirasi makin berkobar malam itu, menjadi pengantar tidur yang baik bagi kami untuk menunaikan tugas besar esok hari.

Tak ingin melewatkan pagi hari di tempat yang baru sekali ini saya kunjungi, saya, Kak Laura, dan Kak Lidia rela menyusuri jalan setapak sepanjang, mungkin tiga ratus meter, untuk tiba (lagi) di dermaga. Sunrise di Kampung Laut, menurut Pak Gatot, bisa disaksikan dengan baik dari atas jembatan apung. Tetapi, rupanya beliau lupa menambahkan “jika tak ada awan atau pun mendung” pada kalimatnya. Sehingga, ketika tiba di dermaga, kami sedikit kecewa karena pagi itu awan betah bergelayut di ufuk timur. Alhasil, kami baru benar-benar melihat rona mentari sekitar pukul setengah tujuh pagi, membuat kami agak sedikit terlambat datang di acara sarapan pagi bersama relawan dari rombel kami. Hehehe. Maafkan ya Kak!

IMG_4284

Hari Inspirasi pun siap dilaksanakan. Briefing internal rombel kami yang dipimpin dengan jenaka oleh Kak Donie, makin menyulut gelora kami untuk mengaktualkan tugas mulia kami di SD Negeri 01 Ujungalang. Masing-masing relawan pengajar menempatkan diri di kelas sesuai jadwal mengajar. Masing-masing relawan dokumenter bersigap dengan peralatan tempurnya. Saya dan Kak Irawan yang bertugas sebagai relawan fotografer, berbagi lokasi kelas agar tidak berbarengan saat mendokumentasikan kegiatan para siswa. Kak Bagus, selaku videografer, mulai mengambil gambar keseluruhan sekolah SD Ujungalang, berlanjut ke masing-masing kelas.

IMG_4315

IMG_4216

Cukup sulit bagi saya untuk menggambarkan bagaimana suasana hati dan perasaan saya tatkala itu. Antara bahagia, terharu, plong, excited, semua tercampur aduk jadi satu. Saking sulitnya mengungkapkan, sampai-sampai kalimat yang keluar dari mulut saya amat belepotan ketika Kak Bagus meminta saya memberikan testimoni tentang kegiatan KI Cilacap. Hehehe. Jujur saya katakan, saya menyukai dan akan selalu mencintai dunia fotografi. Meskipun secara praktek, intensitasnya tidaklah sering, namun kesukaan pada hobi tersebut tak pernah luntur. Melalui kegiatan KI Cilacap inilah, pertama kalinya bagi saya memegang penuh sebuah tugas yang bernama: fotografer. Keren banget kan didengernya? Hahaha.

Karena itulah, semenjak dinyatakan lolos sebagai relawan fotografer, saya langsung berburu lensa tele yang kira-kira bisa saya pinjam untuk memaksimalkan peran saya nanti sebagai fotografer di KI Cilacap. I will do my best, begitu niat mulia saya. Mbuh piye ngko neng kono, pokokmen aku kudu motret sing apik.

IMG_4330

Dan ya, semesta mendukung. Saya berusaha sigap dan tanggap pada setiap momen yang terjadi selama Hari Inspirasi berlangsung. Saya loncat dari satu kelas ke kelas yang lain, membagi tiga puluh menit untuk enam kelas, agar tiap-tiap relawan bisa saya abadikan momen mengajarnya. Kelas yang redup pencahayaan menjadi sedikit penghalang saya untuk mengambil gambar. Sedangkan lapangan sekolah menjadi lokasi paling baik, bagi saya, karena pencahayaan yang maksimal.

IMG_4383

Memotret secara candid adalah salah satu favorit saya. Dengan lensa tele 18-135mm, saya cukup puas merekam setiap tingkah polah anak-anak, relawan pengajar, dan dokumentator. Hasil foto candid, menurut saya, terlihat natural dan tak dibuat-buat. Ada yang tertangkap dengan wajah lucu, serius, jelek, nggak kelihatan mukanya, dan beragam ekspresi wajah lainnya. Semua sangat alami dan keren. Hehehe.

IMG_4363

Tak terasa, siang segera menyapa. Satu per satu tugas mengajar telah usai ditunaikan. Saatnya anak-anak SD Negeri 01 Ujungalang berkumpul di depan kelas untuk melukis dengan telapak tangan mereka di bentangan kain putih yang telah dipasang oleh relawan pengajar. Inilah closing ceremony untuk Hari Inspirasi KI Cilacap rombel SD Negeri 01 Ujungalang, yang diharapkan dapat meninggalkan kesan yang baik untuk para siswa di sana.

IMG_4471

IMG_4517

Sehari menginspirasi, selamanya memberi arti. Kalimat itu agaknya amat tepat diselipkan di antara keseluruhan kegiatan kami di Kelas Inspirasi. Tak hanya menginspirasi para siswa di SD Negeri 01 Ujungalang, para relawan rombel SD Negeri 01 Ujungalang pun turut menginspirasi saya dengan setiap apa yang ada pada diri mereka. Kak Agung, Kak Aria, Kak Apri, Kak Nourma, Kak Lidia, Kak Laura, Kak Lia, Kak Fuanda, Kak Donie, Kak Adi, Kak Zuhud, Kak Irawan, dan Kak Bagus, kalian keren! Pun begitu dengan anak-anak SD Negeri 01 Ujungalang. Senyum dan antusiasme mereka untuk terlibat dalam program kami ini membentuk gairah baru dalam diri saya pribadi untuk selalu bersyukur pada kondisi apapun saya berada sekarang. Mereka mengajarkan saya arti ketulusan dan kejujuran. Semangat mereka menyalakan semangat pada diri saya juga.

IMG_4297

Perahu compreng telah siap di dermaga untuk membawa rombongan Kelas Inspirasi Cilacap pulang ke rumah masing-masing. Beberapa anak mengantar kepulangan kami kala itu, sambil tersenyum dan melambaikan tangannya kepada kami. Ah, nak. Terima kasih untuk satu hari yang penuh pembelajaran ini. Tunggu kami kembali ya. Semoga agenda back to school bisa terlaksana nanti. Aamiin.

Advertisements

4 thoughts on “Sehari Menginspirasi, Selamanya Memberi Arti”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s