Category Archives: Jawa Barat

Camping di Nuansa Alam Citamiang

Jika dihitung dari pertama kali Launa camping, maka camping di Citamiang kemarin adalah camping-nya yang keempat setelah Cibodas, Ranca Upas, dan Sukamantri. Rupanya baru empat kali camping ya nduk. Angka yang terbilang masih sedikit. Perlu diseringin lagi nih. Hihihi.

1531766326302

Alasan utama memilih Citamiang sebagai lokasi family camping kami weekend kemarin adalah karena Citamiang cukup banyak direkomendasikan oleh beberapa situs yang saya temukan di internet. Walaupun secara detail, hampir tidak ada blog maupun web yang secara rinci memberi gambaran tentang akses jalan menuju ke lokasi, tentang pengalaman-pengalaman pengunjung yang sudah pernah camping di sana, dan foto-foto yang memperlihatkan bagaimana suasana camping ground Citamiang. Ada sebenarnya, tapi hanya sedikit. Sempat menemui kegalauan juga awalnya, karena khawatir akses jalan ke lokasi akan separah jalur ke Sukamantri. Tapi akhirnya kembali mantap setelah menemukan foto mobil pengunjung, entah Jazz atau Brio, yang parkir di lahan parkir Citamiang. Artinya jalur ke lokasi insyaa Allah aman.

1531769462991

Kemantapan itu bertambah setelah saya mengetahui informasi bahwa camp ground Citamiang juga memiliki aliran sungai dan dikelilingi oleh perkebunan teh. Huwa! Makin penasaran. Sayangnya, akibat banjir di bulan Februari 2018 lalu, kondisi camp ground dan sungai Citamiang sepertinya masih sedikit rusak. Hal tersebut saya ketahui dari unggahan di sebuah akun instagram.

Menurut informasi, jika datang dari arah Jakarta, pintu masuk wisata alam Citamiang berjarak kurang lebih satu setengah kilometer sebelum kawasan agrowisata Gunung Mas. Berpedoman pada maps, kami tak kesulitan menemukan akses gerbang menuju Citamiang. Tapi, yang cukup membuat saya kaget adalah gerbang masuk ke Citamiang ini adalah gerbang yang sama ketika Nur dan saya yang masih hamil 4 bulan, bergerimis ria di kebun teh Ciliwung. Lah dalah! Rupanya Citamiang lewat sini juga tho masuknya. Kalau ini mah saya tahu banget. Saya bersorak sorai sendiri, sementara Fandi terlihat sesekali mendengus lantaran jalan yang harus dilewati lumayan rusak parah, banyak lubang di sana-sini. Beruntunglah, 400 meter kemudian kami sudah sampai di loket masuk Citamiang setelah sebelumnya kami disuguhi perkebunan teh yang pernah menjadi objek saya dan Nur foto-foto di bawah rerintik gerimis.

Dari loket masuk, sungai Citamiang sudah terlihat lho. Rupanya letaknya benar-benar di samping camp ground. Asyik banget nih. Enggak perlu capek-capek trekking, kami bisa main air sepuasnya nanti.

Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp40,000 per orang dan sewa lahan untuk camping sebesar Rp50,000 per tenda, kami pun di antar ke area camping. FYI, tiket masuk ini cukup mahal menurut saya. Awalnya saya kira petugas yang melayani telah me-mark up harga seperti kejadian di Sukamantri (perasaan Sukamantri mulu ya daritadi). Sebab dari info yang saya baca, tiket masuk hanya berkisar Rp5,000an, tiket izin camping pun enggak sampai RP50,000. Tapi kemudian mbak petugas menjelaskan bahwa Citamiang sudah bekerja sama dan dikelola bareng-bareng dengan Perhutani. Makanya sekarang tiket masuk dan sewa lahannya jadi mahal. Masih setengah percaya, saya pun meminta tiket resmi dari petugas. Tapi setelah dia permisi sebentar untuk mengambil tiket resmi yang katanya ada, dia kembali sambil bilang bahwa orang yang pegang tiket tersebut sedang tidak di tempat. Hmmm…

“Tiket resminya ada kok Bu, tapi orang yang pegang sedang keluar. Saya buatkan kuitansi dulu aja gimana? Nanti kalau sudah ada, baru nanti tiketnya bisa diambil. Kita enggak mark up harga kok Bu. Kalau enggak percaya, ini ada bapak dari pihak Perhutani langsung. Karena sudah kerjasama, makanya sekarang tarif lama sudah enggak berlaku.”

Hmmm.. Ya mudah-mudahan memang segitu ya tarif masuknya. Walaupun sampai kami akhirnya pulang, saya tidak sempat benar-benar memegang bentuk fisik tiket resminya. Selain karena penyampaiannya yang meyakinkan, pengunjung yang tiba setelah kami datang pun sama-sama dikenai tarif serupa. Dari situs yang saya baca sebelumnya pula, Citamiang ini memang sudah dikelola oleh pihak Perhutani KPH Bogor. Hmmm yasudah lah. Saya percaya-percaya aja deh. Hanya memang tarifnya mahal banget. Sepanjang pengalaman kami camping di bumi perkemahan, sepertinya tarif di Citamiang ini yang paling mahal. Huhuhu.

Wisata alam Citamiang rupanya tak hanya menyediakan area khusus camping saja. Di sini tersedia pula penyewaan tenda yang sudah include kasur, sleeping bag, dan air panas. Tarif sewanya Rp250,000 per tenda dengan kapasitas 2-4 orang. Tentu ini belum termasuk tiket masuk kawasan ya. Hehehe. Ada pula penyewaan kamar/pondokan. Beberapa bagian pondok sedang dalam tahap renovasi. Mungkin akibat banjir bandang yang melanda kawasan ini Februari kemarin.

1531768895582
Area camp bagian bawah yang tendanya bisa disewa
1531768368073
Rumah kayu full fasilitas (air panas untuk mandi, kasur, tv)

Jadi, untuk teman-teman yang ingin menikmati camping di hutan tapi enggak mau ribet bawa-bawa tenda, sleeping bag, dan printilan camping yang lain, bisa nih sewa 1 set tenda aja. Hanya saja kalian perlu booking dulu, khawatir kehabisan. Sayangnya, saya lupa banget minta CP-nya buper Citamiang. Huhuhu. Jadi saya enggak bisa bantu kasih info nomor telepon yang bisa dihubungi kalau mau book tenda/kamar/pondokan.

Bagian terbaik dari Citamiang adalah sungainya! Dari sejak tahu bahwa di camp ground ini dekat dengan aliran sungai Citamiang, saya langsung excited banget ajak Launa main-main air di sana. Secara Launa belum pernah sekalipun main air di sungai. Tebakan saya benar, Launa begitu antusias bisa kecipak-kecipukan, main air, sekaligus main pasir. Kebetulan aliran air sungai Citamiang terbilang tak begitu deras, banyak bebatuan juga. Jadi, insyaa Allah cukup aman untuk mengenalkan air sungai pada anak-anak usia toddler. Tapi kalau pas musim hujan, sebaiknya dihindari ya. Meski sudah ada semacam tanggul di bagian hulu sungai untuk mencegah banjir, kita harus tetap waspada.

Camp ground Citamiang terbilang paket lengkap banget untuk camping ceria. Ada kebun teh, hutan pinus, dan aliran sungai. Walaupun memang area camp ground dan sekitar sungai masih menyisakan bekas banjir bandang yang meninggalkan kerusakan parah, hal tersebut enggak mengurangi penilaian saya untuk merekomendasikan lokasi ini. Yang penting siap-siap aja dengan tarif masuk dan sewa lahannya yang sedikit menguras kantong. Hehehe.

Tips ketika akan camping di Citamiang:

1. Bawa logistik yang cukup, terutama air minum. Kemarin kami kelewatan enggak menyiapkan bekal air mineral yang cukup. Pikir saya, “ah di sana paling juga banyak orang yang jualin air kemasan 1.5L.” Ternyata? Zonk pemirsa. Di sekitar camp ground sama sekali enggak ada warung ataupun pedagang yang jualan air mineral. Satu-satunya yang menyediakan ya dari pihak pengelola Citamiang. Itupun hanya ada kemasan 600ml dengan harga Rp5,000 per botol. Kami pun harus ikhlas merogoh kocek Rp30,000 hanya untuk minum kami selama 2 hari 1 malam.

2. Pagi hari, jika punya waktu longgar, sempatkan trekking ke kebun teh Ciliwung. Jaraknya sekitar 200 meter dari area camp ground. Jadi memang harus jalan kaki sedikit jauh. Tapi suasana kebun tehnya dijamin bikin betah untuk foto-foto. Apalagi kebun teh ini bukan area agro wisata seperti Gunung Mas. Tentu enggak banyak orang yang berkunjung. Sesi hunting foto kalian bisa lebih private deh. Kemarin kami enggak sempat trekking ke kebun teh Ciliwung. Sebagai gantinya, sebelum pulang kami sempatkan mampir ke Gunung Mas. Hehehe.

3. Jangan sampai melewatkan nyebur ke sungai Citamiang. Ini momen paling asyik lho. Kapan lagi warga seputaran Jakarta bisa main di sungai sepuasnya? Mana airnya jernih banget. Seger dan dingin pula. Ah~ pokoknya mah bikin betah!

1531765911655

Camping di Citamiang enggak perlu khawatir masalah sanitasi, karena camp ground ini sudah menyediakan toilet yang cukup layak dipakai. Kemarin saya memakai toilet di area atas. Tidak ada lampu di dalam toilet, tapi cukup terbantu dengan penerangan dari senter. Lagipula jika ada pengunjung yang camping di area camp bagian atas, pihak pengelola akan memasangkan lampu untuk penerangan pengunjung. Ada lampu sorot juga dari arah pondokan. Jadi suasana camp ground enggak akan gelap banget kok.

Selain itu terdapat colokan listrik juga di kabel yang menghubungkan lampu dari pondokan ke area camp bagian atas. Masalah charging hp teratasi deh.

Kalau saya sih cukup merekomendasikan lokasi ini jika teman-teman ingin menghabiskan weekend kalian dengan suasana alam yang syahdu. Satu doang kurangnya, tarif masuk yang terlampau mahal. Hihihi.

Yang penting tetap jaga kebersihan ya gaes. Kumpulkan sampah-sampah sisa camping kalian dan buang di tempat sampah yang sudah disediakan. Kalau kita menjaga alam, alam pun akan berbalik menjaga kita.

Selamat camping!

Advertisements

Mengisi Long Weekend di Gunung Pancar

Siapa sih yang tidak gatal untuk pergi berlibur ketika masa libur panjang seperti libur Natal dan tahun baru ini tiba? Meski sudah bisa diprediksi bahwa ruas jalan akan semakin ramai dan macet, namun demi bisa menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih, mereka rela berlama-lama antri di jalan demi mencapai lokasi wisata yang dituju. Ya, everyone seems to have a vacation! Termasuk juga kami. Hahaha. Continue reading Mengisi Long Weekend di Gunung Pancar

Camping di Sukamantri Camping Ground

Membaca beberapa review orang-orang yang sudah pernah ke Sukamantri, membuat saya agak ragu untuk menjadikan Sukamantri sebagai lokasi camping kami kali ini. Pasalnya, jalur sepanjang kurang lebih tiga kilometer sebelum pintu masuk Sukamantri adalah jalanan bebatuan yang tidak rata. Namun, di sisi lain, Mas Fendi dan Mba Ika sudah sempat survei ke lokasi, dan menurut mereka jalur bebatuan yang saya sangsikan tadi terbilang aman untuk dilalui. Baiklah, siang menjelang sore hari itu, saya dan teman-teman pun memantapkan hati untuk berangkat. Continue reading Camping di Sukamantri Camping Ground

Camping Ceria di Mandalawangi Cibodas

Namanya juga camping ceria, jadi persiapannya nggak seribet seperti orang mau naik gunung atau naik pelaminan. Kalau bukan karena Fandi kasih lihat foto orang lagi di dalam tenda, saya mungkin nggak akan tetiba punya rencana untuk camping di camp ground Mandalawangi, Cibodas. Intinya camping ini serba dadakan! Tapi.. SUKSES BESAR! Yeay! Continue reading Camping Ceria di Mandalawangi Cibodas