Tag Archives: naik gunung

Sepenggal Kisah dari 3142 Mdpl

The mountains are calling, and I must go. – John Muir

Agaknya kalimat pendek itu sedang berlaku pada jiwa ini, yang rindu tentang rapatnya hutan dan desir angin lembah yang menusuk tulang. Saya akui, selama hampir empat tahun tak mendaki, hasrat untuk kembali ke belantara mulai muncul beberapa bulan terakhir. Saya kangen berat, kangen membawa carrier 30 liter dengan perintilan alat-alat pendakian di dalamnya. Kangen dengan pegalnya betis dan paha akibat tanjakan demi tanjakan untuk menggapai puncak. Kangen memandang sunrise dari ketinggian ribuan meter di atas permukaan laut. Kangen menikmati samudra awan yang bergerombol meminta diselami. Ah, orang yang lama tak mendaki dan sedang dirundung rindu pasti tahu bagaimana rasa yang saya rasa sekarang. Continue reading Sepenggal Kisah dari 3142 Mdpl

Advertisements

Setelah OFF Selama Tujuh Setengah Bulan

Pernah merindukan berumah di dalam hutan? Memandang sinar matahari bangun dari peraduannya di atas ketinggian?

Saya pernah.

Dan itu menyiksa! Tsah!

Sedikit menipu sebenarnya kalau mengira masbojo doyan dan trekking addict seperti saya, hehehe… Dia justru yang awalnya kerap kali melarang saya naik gunung dari sebelum kami menikah. Tapi karena saya bandel dan pintar merayu, akhirnya beberapa gunung pun berhasil saya daki, termasuk foto pre wedding pun saya minta di gunung! Continue reading Setelah OFF Selama Tujuh Setengah Bulan

Kebaya dan Kartini di Puncak Gede, Awesome!

Awal kali aku melewati jalur pendakian Gede Pangrango adalah saat aku mengunjungi Curug Cibereum. Kala itu, sebelum beranjak kembali ke Jakarta, aku sempat berucap dalam hati, “Bye TNGGP. Someday I will back to camp! Insya Allah…”. Dan yap, kesempatan itu datang. Tak lain dan tak bukan, aku harus bertemu Ase Adventure lagi, hehe. Kebetulan open trip Ase kali ini akan diadakan bertepatan dengan Hari Kartini. Entah mengapa, rasanya sangat-sangat excited! Bagaimana tidak, sekali lagi impianku mengunjungi tempat impian akan segera kesampaian. Terlebih aku berencana memakai kebaya di puncak sana, untuk aku persembahkan pada Ibu Kartini. Continue reading Kebaya dan Kartini di Puncak Gede, Awesome!

Menjejakan Kaki di Tanah Tertinggi Jawa Tengah

Mungkin pendakian pertamaku memang Gunung Papandayan. Tapi sebenarnya rencana pendakian pertamaku adalah Gunung Slamet yang diadakan oleh salah satu suhu gunung Indonesia, Adi Setiadi Ranreng (Ase Adventure). Sejak kala pertama nyasar ke blog Ase dan ngebaca open trip ke Gunung Slamet, tanpa pikir panjang aku langsung mendaftarkan diri untuk ikut bergabung. Masih ada waktu sekitar 2 bulan untuk menyiapkan peralatan pendakian yang diperlukan. Continue reading Menjejakan Kaki di Tanah Tertinggi Jawa Tengah

Pendakian ke Papandayan bersama Indonesian Mountains

Pertemuan yang sama sekali tidak disengaja dengan event Indonesian Mountains pada akhirnya membatalkan perjalananku bareng Mba Sinta ke Sawarna. Ternyata aku lebih penasaran dengan indahnya puncak gunung Papandayan daripada eksotisme pantai Sawarna. Apalagi ini ga sekedar pendakian biasa, tapi ada semacam outdoor photography training yang dipandu sama Bang Widi dan Mas Arsyan, para pakarnya fotografi. Modal nekat karena sebenarnya peralatan pendakianku belum sepenuhnya lengkap. Padahal waktu yang tersisa tinggal 6 hari. Tapi hasrat kuat ini mengalahkan semuanya. Berangkatlah akuΒ  malam itu, 8 Maret 2013, bersama 10 orang peserta lainnya dan para mimin Indonesian Mountains. Continue reading Pendakian ke Papandayan bersama Indonesian Mountains